Atas kemenangan ini, Milan naik ke papan atas klasemen dalam perburuan Scudetto musim ini. Milan meraup 20 poin sama dengan raihan peringkat 1-2 Napoli dan Atalanta. Namun, Napoli dan Atalanta baru melakoni delapan laga.
SementaraLa Vecchia SignoraatauSi Nonya Tua-julukan Juventus harus tercecer di peringkat delapan dengan 13 angka. Tentu saja, hasil ini membuat Pelatih Massimiliano Allegri kembali dalam posisi tak aman.
Di laga tersebut,Fikayo Tomoriberhasil memecahkan kebuntuan dengan berhasil membobol gawang Juventus pada akhir babak pertama. Tidak ketinggalan, Brahim Diaz juga berhasil mencetak gol kedua pada menit ke 65, dengan melakukandribbledari tengah lapangan.
Kekalahan ini menambah rekor tim asuhan Massimiliano Allegri dengan hanya berhasil mencatat 3 kemenangan dalam 9 pertandingan Serie A. Hingga berita ini dinaikkan, terpantau ribuan tweet dengan tagar #AllegriOut menjadi tren di Twitter.
Akun itu menuntut Allegri bertanggung jawab, mundur dari kursi kepelatihan Juventus. Melansir dariSky Sport Italia, jajaran direksi Juventus menginginkan pengganti Allegri.
Wakil Presiden Juventus Pavel Nedved yang juga adalah mantan pemain Juventus salah satunya. Dalam laporan tersebut, Juventus mengaku tidak dapat memecat Allegri karena terbentur kontrak antara keduanya.
Pasalnya, Allegri telah menandatangani kontrak dengan Juventus hingga 2025. Dalam kontrak tersebut, Juventus berkewajiban untuk membayar 9 juta Euro atau sekitar Rp135 miliar kepada Allegri per musim.
Jika melepas Allegri, Juventus harus membayar sekitar 27 juta Euro atau sekitar Rp 400 miliar kepada Allegri. Hal ini, ditengarai menjadi alasan belum dipecatnya Allegri hingga saat ini.
Seusai pertandingan, Allegri mengaku cemas setelah anak asuhnya dipermalukan AC Milan 0-2. Dia khawatir kekalahan itu bisa mempengaruhi psikologis pasukannya. Padahal, sejumlah laga penting sudah menanti.
Allegri merasa hasil buruk ini dapat merongrong mental para pemain. Pelatih asal Italia itu mengaku kini punya tambahan pekerjaan untuk menjaga dan meningkatkan kembali mental pasukannya.
Sebab, Juventus selanjutnya akan melakoni dua laga penting. Pertama, bertandang ke Israel guna melawan Maccabi Haifa dalam lanjutan Grup H Liga Champions 2022/2023, Selasa (11/10).
Setelah itu, Angel di Maria dkk harus melakoni Derby della Mole melawan Torino. Perang saudara ini bakal berlangsung di Olimpico di Torino, Sabtu (15/10). “Kami harus segera bereaksi, karena ada pertandingan penting pada hari Selasa
Seperti dilansir RM. id, Allegri mengakui anak asuhnya kurang sigap memberikan respons saat kehilangan bola saat melawan Milan. Meski menurutnya, Juventus baik secara teknik penguasaan bola.
“Ini bukan soal bermain bagus atau bermain buruk, tapi soal bereaksi, memenangkan tekel,” ujarnya.