Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Rudi Labis mengatakan, stok tenda untuk pengungsi memang masih kurang, bahkan stok dari BPBD dan beberapa pihak sudah habis.
“Stoknya terbatas, pengungsinya banyak. Karena dari data, yang mengungsi mencapai 58 ribu orang,” kata dia.
Kendati demikian, keterbatasan ini justru membuat beberapa warga mendirikan tempat pengungsian sementara dengan seadanya.Dari tenda di pemakaman hingga kolam lele yang disulap menjadi tempat pengungsian.
Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mencatat jumlah orang yang masih mengungsi pasca-gempa Cianjur yang terjadi 21 November 2022, mencapai 73.525 jiwa.
BNPB terus melakukan penyaluran bantuan yang didistribusikan langsung ke pos-pos pengungsian dan daerah terdampak gempa di Cianjur.
“BNPB kembali mengirimkan dan mendistribusikan bantuan logistik berupa tenda pengungsi sebanyak 30 unit, tenda gulung 1.000, sembako 2.000 paket, selimut 5.000, matras 5.000 dan hygiene kits 2.000,” kata Suharyanto, kemarin.
Warganet ikutan sedih mengetahui ada korban gempa yang mengungsi di kandang kambing.“Teman saya salah satunya. Kasihan banget, sampai sekarang masih di sana. Mau bantu juga nggak bisa, rumah saya juga rusak,” tutur.