Atas dasar itu, Ahmad Ali meminta kepada seluruh generasi muda agar peduli menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila. "Kami mengimbau semua kader PP bersama generasi muda, mari kembali meneguhkan hati kita, pikiran kita bahwa pancasila ini adalah ideologi bangsa yang tidak boleh ditawar-tawar dan NKRI adalah negara yang tidak boleh lagi diperdebatkan," katanya.
Dalam Rakornas dan Rakernas PP kali ini ditandatangani nota kesepahaman kerja sama antara MPN PP dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) guna memperkuat perekonomian bangsa Indonesia.
“Seluruh elemen bangsa, termasuk Pemuda Pancasila, harus punya andil dalam perekonomian bangsa. Sebagai tindak lanjutnya, kita menandatangani nota kesepahaman antara Pemuda Pancasila dengan Kadin mengenai kemitraan multipihak dalam pembinaan dan penguatan warung Pancasila,” urai Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat.
Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi MPN PP ini menyatakan penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah awal untuk memperkuat eksistensi Ormas PP di tengah-tengah masyarakat.
"Dimulai dari warung. Di mana ada Pemuda Pancasila di situ kami buat ada warung. Melalui pemberdayaan kader, peran dan fungsi maka Pemuda Pancasila akan menjadi sentral dan berguna bagi masyarakat dan bangsa. Inilah yang saya sebut sebagai pemberdayaan ekonomi yang inklusif," papar Arsjad.
Sementara itu Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah, mengapresiasi kegiatan rakornas pemuda pancasila dan ini momentum kita untuk kebangkitan dan kejayaan pemuda pancasila. Syukur alhamdulillah Pemuda Pancasila Sumut tetap terbaik,' kata Kodrat Shah.(rl)