jaringberita.com - Pengacara almarhum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyampaikan, bahwasanya berkas perkara Ferdy Sambo Cs akan segera lengkap (P21) pada pekan depan. Hal ini dikatakannya saat ditemui wartawan di Medan, Sabtu (24/9/2022).
"Harapannya, Selasa atau Rabu sudah P-21. Itulah puncak dari penyidikan kepolisian," ungkapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, setelah berkas dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung, Kamaruddin berharap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi juga ditahan.
"Saya harapkan Jaksa Agung tidak tersangkat dengan kepentingan lain," katanya.
Menurut Kamaruddin, pekan ini sekitar 11 penyidik Bareskrim Polri juga akan terbang ke Jambi guna meminta tandatangan saksi untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) yang akan diserahkan ke Jaksa Agung.
Sebelumnya, berita acara pemeriksaan sempat ditolak karena Jaksa meminta berkas yang asli, bukan fotokopi. Sehingga kata dia, sekitar 120 berkas BAP besok akan ditandatangani saksi mulai dari ayah mendiang Brigadir J, ibu, bibi dan adiknya di Jambi.
"Setelah itu barulah penyidik menyerahkannya ke Jaksa dan menunggu berkas yang akan diteliti sampai dinyatakan lengkap," ujarnya.
Oleh karena itu dia berharap, Jaksa Agung tak bertele-tele sehingga dalam waktu satu atau dua hari berkas bisa selesai diteliti. "Maka diteliti oleh Jaksa, lengkap langsung P21. Setelah P21 maka ditangkap semua ini tersangka termasuk Putri, diserahkan kepada Jaksa Agung," tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Kamaruddin mengakui ayah Brigadir Josua Hutabarat, Samuel Hutabarat hampir menyerah mengikuti kasus pembunuhan anaknya. Kelelahan itu diduga karena usia Samuel dan fisik yang sudah tak lagi kuat.
Menurut Kamaruddin, Samuel diduga kesal lantaran fitnah yang ditujukan ke anaknya. Selain itu, pengurusan berkas yang memakan waktu berbulan-bulan.
"Tetapi ayah almarhum mungkin karena sudah tua ya, kurang sabar mengikuti perkara ini atau mungkin juga setiap hari mendengar berita anaknya terus di fitnah jadi darah tingginya mungkin tensi darahnya meningkat," ucapnya.
Meski begitu, Kamaruddin mengaku masih siap menghadapi kasus pembunuhan yang dilakukan jenderal bintang dua ini. Ia pun menyampaikan masih didukung oleh keluarga Brigadir J seperti ibu, adik dan tantenya di Jambi.
"Saya tidak pernah mundur loh. Yang mengeluh capek itu orang tua almarhum yang pria, kalau ibunya, tantenya, kakaknya, adiknya masih semangat," pungkasnya.