jaringberita.com -Kementerian Investasi menargetkan bisa mengantongi investasi Rp 1.400 triliun pada 2023. Target tersebut naik Rp 200 triliun dari target tahun ini Rp 1.200 triliun.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, jumlah tersebut dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap di kisaran 5 persen tahun depan.
"Karenanya kita pacu investasi sampai Rp 1.400 triliun tahun depan, kita optimis target ini bisa dicapai," kata Bahlil di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Senin (26/9).
Terkait target tahun ini sebesar Rp 1.200 triliun, Bahlil menyampaikan target tersebut masih on track dan optimistis akan tercapai saat tutup buku.
"InsyaAllah masih dalam kondisi on track, bisa kita lakukan secara baik dan progressnya berjalan terus," tutur Bahlil.
Sampai dengan kuartal kedua tahun ini, investasi yang sudah masuk sebesar 48,7 persen atau Rp 584,6 triliun. "Pada kuartal ketiga bulan depan akan kita umumkan dan targetnya sesuai schedule. InsyaAllah (target) akan dapat kita capai," imbuhnya.
Dilanjutkan Bahlil, seperti dilansir RM.id, meski target investasi tahun depan naik signifikan, Pemerintah tetap mendorong investasi pada industri yang mengedepankan hilirisasi.
"Saya katakan bahwa ini perintah Bapak Presiden, tidak ada cara lain selain Indonesia untuk dari negara berkembang menuju negara maju, harus hilirisasi, untuk menciptakan nilai tambah," tegasnya.