jaringberita.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa untuk 2023 ini vaksinasi Covid-19 masih akan digratiskan, karena status pandemi belum dicabut. Namun, saat masuk endemi hanya digratiskan untuk warga tertentu saja.
"Strategi vaksin 2023 akan kita buka booster untuk 18 tahun ke atas. Dan buka untuk anak di bawah 6 tahun, diskusi dengan ITAGI dan BPOM, vaksin luar negeri dan lain-lain," kata Budi Gunadi dalm Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta dikutip dari Okezone, Selasa (24/1/2023).
Namun, kata Budi Gunadi, saat berubah menjadi endemi, tentu vaksinasi gratis hanya untuk PBI (penerima bantuan iuran) BPJS Kesehatan dan hanya dilakukan di dalam negeri.
"Dan kalau ini jadi endemi mungkin vaksinasi gratis akan kita paketan ke PBI, dan itu vaksin dalam negeri. Sedangkan vaksin lain rutin masukan ke vaksin rutin aja seperti influenza," terangnya.
Adapun harganya, menurut Menkes Budi, sekarang ini harganya berkisar antara US$9-10 atau di bawah Rp200 ribuan, dan bisa dibeli di rumah sakit (RS), apotek, dan klinik.
"Saya cek US$9-10. Masih di bawah Rp 200 ribu. Bisa beli di apotek, RS, klinik. Sehingga beban negara fokus di masyarakat miskin lewat mekanisme PBI," ujarnya.
Sementara itu, Budi Gunadi juga memberikan informasi perkembangan vaksin Covid yang memang menurun drastis. Saat ini, vaksin harian 27 ribu lebih yang sudah divaksin dan stok vaksin masih ada 9 juta lebih dosis.