Tak hanya soal ilmu, Prabowo pun memuji Jokowi sebagai pemimpin yang mempunyai komitmen membela wong cilik. Prabowo bilang, menyaksikan betul komitmen Jokowi terhadap orang miskin. ”Saya melihat keberpihakan beliau pada rakyat kecil, luar biasa pengorbanan pemerintah atau kebijakan-kebijakan pemerintah untuk melindungi rakyatnya yang paling miskin dan paling lemah,” ujarnya.
Terakhir, Prabowo membuat pantun. Begini bunyinya. “Turun hujan di Buah Batu, singgah ke rumah untuk berteduh. Jokowi dan Prabowo dulu rival, kini bersatu,” kata Prabowo,disambut tepuk tangan peserta.
Soal kedekatan Jokowi dengan Prabowo itu pernah ditanggapi sejumlah pengurus elite Gerindra. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menilai, kedekatan Jokowi dengan Prabowo adalah kedekatan hirarkis atau seorang presiden dengan pembantunya. Ia menuturkan, Prabowo tak pernah menyampaikan informasi di luar tugasnya sebagai menteri pertahanan.
“Baik soal perkembangan teknologi pertahanan, atau perkembangan tentang situasi pertahanan di kawasan, dan persoalan pertahanan lainnya,” papar dia.
Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, DesmondJ Mahesa menyampaikan hal serupa. Desmond menilai, kedekatan ini karena Jokowi berharap ada figur yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan di pemerintahan saat ini. Menurut Desmond, Jokowi tak hanya dekat dengan Prabowo, rapi juga dekat dengan Ganjar Pranowo, Erick Thohir, Sandiaga Uno, dan lain sebagainya.
Bagaimana penilaian pengamat? Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, terlalu dini jika menilai pemberian kepercayaan Jokowi kepada Prabowo hadir di acara Muktamar Persis sebagai bentuk dukungan. Kata dia, Jokowi saat ini justru mendekati semua capres potensial. Mendekati Ganjar, Puan, Anies, Erick, bahkan Airlangga.
“Tujuannya agar aman. Agar programnya bisa dilanjutkan di pemerintahan yang akan datang,” kata Ujang.
Sementara itu, seperti dilansir RM.id, pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, pemberian amanat kepada Prabowo ini sebagai manuver Jokowi. Jokowi yang tadinya mendukung Ganjar mulai mencari sosok alternatif lain.
“Sangat mungkin Jokowi sudah menggeser kesukaan capres dari Ganjar ke Prabowo. Nampaknya, ini buntut struktur PDI Perjuangan yang makin solid mendukung Puan Maharani,” ucapnya, tadi malam.