jaringberita.com - Polri mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan unjuk rasa yang rusuh menjelang pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Pengumuman hasil rekapitulasi suara secara nasional dilakukan pada Rabu, 20 Maret 2024.
"Terkait antisipasi eskalasi menjelang masa pengumuman suara nasional, sebagai langkah antisipasinya Polri tentu telah mengantisipasi baik itu keamanan dan ketertiban melalui Operasi Mantab Brata 2024," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Maret 2024.
Trunoyudo mengatakan antisipasi itu dilakukan baik oleh jajaran di tingkat Mabes Polri maupun Polda jajarannya. Operasi Mantap Brata dilaksanakan selama 222 hari mulai dari tahapan awal Pemilu 2024, pendaftaran, sampai dengan Oktober nanti saat pengucapan sumpah janji calon presiden (capres) terpilih.
Menurut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini, Operasi Mantap Brata dilakukan dengan mengedepankan fungsi preemtif, preventif dan didukung dengan kegiatan-kegiatan penegakan hukum, hubungan masyarakat (humas), dan bantuan operasi.
Sehingga, kata dia, sesuai harapan masyarakat dan seluruh elemen terwujud situasi kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di samping itu, dia meyakinkan masyarakat bahwa situasi secara umum saat ini aman, kondusif dan sejuk. Artinya, kata dia, masyarakat bersama-sama seluruh elemen dan TNI-Polri, pemerintah daerah serta stakeholder lainnya bersinergi dan mampu menjaga situasi yang kondusif.
"Baik terkait hakikat ancaman rawan daerah kamtibmas yang kemudian adanya konflik sosial," ucap jenderal bintang satu itu.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu dan Polri bersama TNI dan stakeholder lainnya dipastikan mendukung pelaksanaan pesta demokrasi. Yaitu dengan mengawal dan mengamankan proses demokrasi tersebut.