Pernyataan Paloh ini dinilai menyiratkan pesan, NasDem kurang nyaman dengan tandem koalisinya saat ini.
“Sebagai orang komunikasi, kalau merasa lebih nyaman,maka dengan yang lain kurang nyaman. Artinya, bisa jadi NasDem lebih nyaman dengan Golkar dari partai Koalisi Perubahan,” demikian analisa dari pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan,Emrus Sihombing,dilansir rm. id
Apalagi, Paloh adalah eks elite Golkar. Selain itu, NasDem juga tak kunjung ketemu kata sepakat dengan Demokrat dan PKS dalam menentukan capres-cawapres untukPilpres 2024, sehingga Surya Paloh membangun komunikasi dengan Golkar.
“Sehingga mencari yang lain mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Mungkin selama ini negosiasi itu belum memuaskan banyak pihak, terutama NasDem yang terkesan mencari tandem lain,” tambahnya.
Nah, jika NasDem bekerja sama dengan Golkar, memang muncul kendala, siapa yang akan diusung sebagai Capres 2024. Sebab, Golkar jelas telah mendorong Airlangga sebagai capres.
Dalam hitungan politik menimbang jumlah kursi di DPR Golkar lebih tinggi daripada NasDem. Maka, posisi tawar Golkar lebih besar. “Ya kalau mau tandem dengan Golkar, NasDem harus legowo mendukung Airlangga sebagai capres. Bisa jadi Airlangga-Anies. Tapi koalisinya ganti keberlanjutan,” tuturnya.
Untuk diketahui, Paloh hadir di Kantor DPP Golkar bersama Sekretaris Jenderal Johnny G Plate, Bendahara Umum Ahmad Sahroni, Ketua DPP Sugeng Suparwoto, Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel, dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Prananda Paloh.
“Kenapa Golkar? Ya prioritas bagi NasDem. Ada satu romantisme. Ada satu perjalanan sejarah perjalanan kehidupan saya pribadi. Saya harus jujur menyatakan kepada saudara semuanya, 16 tahun usia saya sudah berada di barisan Golkar, tambah 43 tahun cukup lama itu, lebih setengah abad rasanya,” katanya.
Menjawab wacana Airlangga-Anies, Sekretaris Jendral Partai Golkar Lodewijk F. Paulus memastikan hingga saat ini tidak ada pembahasan soal itu. Apalagi ada tawaran untuk menduetkan keduanya pad Pilpres 2024 usai kedatangan Paloh ke markas Beringin. “Tidak ada, kita tidak bicara itu,” ujar Lodewijk di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Pusat.
Lodewijk menegaskan, Golkar masih setia dan fokus bersama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP.
Hingga kini, KIB juga belum menentukan capres-cawapres yang akan mereka usung. Golkar juga belum memikirkan skenario lain jika nantinya dua partai KIB tak sepakat mengusung Airlangga sebagai capres.
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi menanggapi santai manuver NasDem berkomunikasi dengan Golkar. Viva justru mendukung NasDem bergabung ke KIB.
“Apakah nanti disebutnya NasDem bergabung KIB atau KIB gabung ke NasDem. No problem. Yang penting bergabung, berkoalisi dan bekerja sama di Pilpres 2024. Semakin besar kekuatan menjalankan mesin partai dan berpeluang besar dalam pemenangan di Pilpres,” kata Viva, dalam pesannya dikutip dari rm.id
Namun, soal capres-cawapres, Viva sepakat dengan Lodewijk. Sejauh ini, belum ada keputusan resmi siapa yang akan diusung. “Tentu ada kader internal dan eksternal yang punya kapasitas yang kemudian bisa didiskusikan, " pungkasnya.