BNPB Dorong Penguatan Respon Ancaman Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Bahaya Terusannya


BNPB Dorong Penguatan Respon Ancaman Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Bahaya Terusannya
Istimewa
jaringberita.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Peringatan Dini mendorong penguatan respon masyarakat dalam peringatan dini ancaman erupsi gunung anak krakatau dan bahaya terusannya.

Hal ini dilakukan melalui sosialisasi dan workshop pelaksanaan sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat yang dilakukan sejak Selasa (23/5/2023) hingga Jumat (26/5/2023) di Desa Pasauran, Kabupaten Serang, Banten sebagai lokasi yang memiliki ancaman erupsi Gunung Anak Krakatau tinggi.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat serta stakeholder terkait melalui kegiatan sosialisasi ini.

Dia menyebutkan, sistem peringatan dini bencana dapat berjalan dengan baik apabila masyarakat mampu memahami dan menuangkan informasi peringatan dini ke dalam langkah-langkah responsif dan antisipatif.

"Namun demikian, lebih baik lagi apabila pemerintah pusat, pemerintah daerah dan para stakeholder kebencanaan terkait dapat bersinergi dan membangun komitmen bersama untuk menghadapi potensi bencana,” tegasnya.

Program penguatan respon masyarakat adalah bentuk nyata implementasi Peraturan BNPB Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Peringatan Dini Bencana pada BNPB dan BPBD. Prasinta juga menekankan arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2023.

“Langkah antisipasi yang menjadi proporsi besar bagi masyarakat berupa kesiapsiagaan dan peringatan dini untuk mengurangi jumlah korban dan kerugian akibat bencana. Praktik baik keterlibatan lintas aktor seperti pemda, mitra lokal, dan masyarakat seperti yang kita lakukan ini adalah kunci dari keberlanjutan sistem peringatan dini bencana,” jelasnya.

Editor
: Nata

Tag: