Angin Puting Beliung Terjang 5 Kecamatan di Minahasa Utara, Satu Orang Terluka


Angin Puting Beliung Terjang 5 Kecamatan di Minahasa Utara, Satu Orang Terluka
Istimewa
Angin puting beliung terjang Minahasa Utara
jaringberita.com - Satu orang warga mengalami luka ringan akibat terdampak angin puting beliung yang terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Selasa (14/2/2023).

Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang sekitar pukul 09.30 WITA.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara melaporkan kejadian ini berdampak pada lima kecamatan yakni Kecamatan Kalawan, Kecamatan Airmadidi, Kecamatan Likupang Timur, Kecamatan Kauditan, dan Kecamatan Likupang Selatan.

"Sedikitnya dilaporkan terdapat 9 unit rumah terdampak dan satu tempat wisata mengalami kerusakan," ungkap Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat (17/2/2023).

Merespon kejadian ini, lanjut Muhari, segera diterjunkan tim BPBD Kabupaten Minahasa Utara ke lokasi kejadian untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dan warga setempat. Petugas melakukan pendataan serta memastikan keselamatan warga setempat.

"Tim gabungan juga melakukan pemotongan pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan raya, kondisi terkini jalan raya sudah bisa dilalui kendaraan," jelasnya.

Potensi hujan dengan intensitas ringan masih berpeluang terjadi di wilayah Minahasa Utara. Hal ini sebagaimana prakiraan cuaca BMKG. Oleh karena itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk mengantisiapsi potensi bahaya angin puting beliung.

Dalam mengantisipasi potensi bahaya, pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh dapat dilakukan untuk langkah mitigasi.

Selain itu ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan disertai angin kencang, dihimbau bagi masyarakat untuk tidak berlindung di bawah papan reklame dan pohon besar serta memperhatikan pohonan di sekitar yang berpotensi membahayakan ketika terjadi angin kencang.

Editor
: Nata

Tag: