Selasa, 29 September 2026

Belasan Rumah Hanyut dan Hewan Ternak di Sumbawa Mati Akibat Banjir Bandang

- Kamis, 06 April 2023 02:30 WIB
Belasan Rumah Hanyut dan Hewan Ternak di Sumbawa Mati Akibat Banjir Bandang
Istimewa
Banjir Bandang Sumbawa
jaringberita.com - Banjir bandang menerjang dan menghanyutkan 12 rumah penduduk di wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Selasa (4/4/2023).

Selain itu sebanyak 34 rumah terendam banjir yang datang secara tiba-tiba setelah turun hujan dengan intensitas tinggi.

Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa melaporkan sedikitnya ada 829 jiwa dari 208 KK yang tinggal di 13 desa 5 kecamatan telah terdampak bencana tersebut.

Di samping itu, banjir bandang juga menghanyutkan 1 pabrik penggilingan dan merusak 27 hektar lahan padi siap panen, serta merendam 99 hektar areal persawahan lainnya dan 3 mobil.

Laporan BPBD Kabupaten Sumbawa yang diambil dari kesaksian warga terdampak, banjir bandang datang begitu cepat, dan merupakan peristiwa yang pertama kalinya terjadi di wilayah itu.

"Banjir tiba-tiba datang. Ndak pernah (sebelumnya), baru kali ini banjir yang luar biasa dahsyat," ungkap salah satu warga.

Dari laporan visual, rumah-rumah warga porak-poranda diterjang derasnya aliran air. Beberapa hewan ternak mati karena tak sempat diselamatkan oleh pemiliknya saat digembalakan di ladang.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materil masih dalam pendataan lebih lanjut.

Halaman:
Editor
:
Tags
beritaTerkait
Relokasi 65 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Dipercepat
Serentak Bergerak, Polres Simalungun Bersama Tim Gabungan Bersihkan Dampak Banjir Bandang di Haranggaol
Kepala BPBD Medan Ajak F-PRB dan Keltana Tingkatkan Kolaborasi Dalam Penanggulangan Bencana
Tiga Kecamatan di Deliserdang Diterjang Angin Puting Beliung
Satu Rumah di Komplek Budi Vista Dilanda Kebakaran, Dua Orang Terluka
Petugas Gabungan Padamkan 26 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten Barito Selatan
komentar
beritaTerbaru