Sabtu, 22 Agustus 2026

Normalisasi Sungai di Kota Padang Dipercepat, Risiko Banjir Berulang Ditekan

Vicar - Jumat, 21 Agustus 2026 15:41 WIB
Normalisasi Sungai di Kota Padang Dipercepat, Risiko Banjir Berulang Ditekan
ist
Normalisasi Sungai di Kota Padang Dipercepat, Risiko Banjir Berulang Ditekan

Sungai Guo Diperkuat Setelah Banjir

Penanganan Sungai Guo diarahkan melalui normalisasi atau penataan kembali alur sungai serta pembangunan check dam.

Baca Juga:

Baca Juga:

Untuk tahap awal, penanganan dilakukan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat. Pekerjaan lanjutan selanjutnya disiapkan oleh BWS Sumatera V Padang.

Baca Juga:

Penguatan Sungai Guo menjadi perhatian setelah banjir pada 3 Agustus 2026 menyebabkan tanggul jebol dan menggenangi sekitar 30 hektare sawah.

Lahan tersebut sebelumnya telah direhabilitasi Kementerian Pertanian. Karena itu, penanganan sungai diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap lahan produktif sekaligus menjaga keberlanjutan mata pencaharian petani.

Sungai Marangsi Akan Dinormalisasi

Baca Juga:

Untuk Sungai Marangsi, Pemkot Padang telah mengajukan penyesuaian sejumlah dokumen perencanaan pascabencana.

Dokumen tersebut meliputi Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna), Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk), Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renaksi), serta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Penyelarasan dokumen diperlukan karena penanganan Sungai Marangsi membutuhkan dukungan anggaran dan perencanaan lintas instansi.

Baca Juga:

BWS Sumatera V Padang menyiapkan normalisasi Sungai Marangsi sepanjang 2,3 kilometer serta pembangunan dua kolam retensi.

Kolam retensi tersebut akan berfungsi menampung sementara limpasan air sehingga aliran sungai dapat lebih terkendali.

Baca Juga:

Penanganan ini diharapkan dapat mengurangi risiko genangan di kawasan perkotaan yang sebelumnya berdampak pada Kantor Wali Kota, rumah sakit, dan permukiman warga.

Normalisasi Sungai Jadi Bagian Penting Pemulihan

Koordinator Wilayah Sumatera Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang mengatakan, penanganan sungai menjadi bagian penting dalam proses pemulihan Kota Padang.

Baca Juga:

Menurutnya, kondisi sungai berkaitan langsung dengan perlindungan masyarakat serta kelancaran aktivitas warga.

"Yang kita harapkan tentunya penanganan ini bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama dalam mengurangi risiko banjir dan memastikan kawasan yang terdampak dapat kembali aman," kata Yopie.

Kolaborasi lintas pemerintah dan instansi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sungai terdampak sekaligus membangun sistem pengendalian banjir yang lebih kuat di Kota Padang.

Baca Juga:

Dengan penanganan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sungai, risiko banjir berulang di kawasan permukiman, fasilitas umum, dan lahan produktif diharapkan dapat ditekan.

Tags
beritaTerkait
Pemkab Gayo Lues Kejar Serapan TKD Rp24,9 Miliar, Ditargetkan Tuntas Desember 2026
Relokasi 65 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Dipercepat
Satgas PRR Perkuat Kolaborasi Penanganan Sungai Krueng Tamiang untuk Cegah Banjir Berulang
Kapolres Labuhanbatu Santap Siang Bersama Masyarakat Pulopadang
Kapolres Labuhanbatu Santap Siang Bersama Masyarakat Pulopadang
Puskesmas Padang Bulan Luncurkan Program Genit Manis
komentar
beritaTerbaru