Senin, 05 Oktober 2026

4 Rumah Rusak Akibat Gempa M6,6 Tuban, Seorang Bocah 5 Tahun Meninggal

- Minggu, 16 April 2023 00:30 WIB
4 Rumah Rusak Akibat Gempa M6,6 Tuban, Seorang Bocah 5 Tahun Meninggal
istockphoto
Ilustrasi

jaringberita.com - BNPB terus melakukan koordinasi dengan beberapa BPBD pascagempa dengan Magnitudo (M)6,6 yang terjadi di Tuban Jawa Timur, pada Jumat (14/4/2023) pukul 16.55 WIB.


Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, perkembangan terkini pada, Sabtu (15/4/2023), pukul 09.00 WIB, sebanyak empat rumah dilaporkan rusak akibat fenomena geologi tersebut.

"Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menginformasikan 4 rumah rusak akibat gempa. Sebanyak 2 unit rumah rusak di Provinsi Jawa Barat, dengan rincian 1 rusak berat di Desa Banjar, Kecamatan Banjar dan 1 lainnya rusak ringan di Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi," ungkapnya.

Sedangkan di Provinsi Jawa Timur, 2 rumah juga terdampak guncangan gempa. Dua rumah mengalami kerusakan dengan tingkat sedang, masing-masing di Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember dan lainnya di Desa Panggul, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Sementara itu, BPBD Provinsi Bali mengkonfirmasi adanya 1 warga meninggal dunia saat gempa terjadi. Korban meninggal yang berusia 5 tahun di Desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, diduga terkejut saat guncangan terjadi.

Pemutakhiran parameter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Magnitudo gempa M6,9. Gempa yang berpusat di 65 km barat laut Tuban, Jawa Timur, berada pada kedalaman 643 km. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa berada di laut dan tidak berpotensi tsunami.

Dari informasi yang diterima Pusdalops BNPB dari sejumlah BPBD, guncangan gempa dirasakan warga Kota Banjar, Jabar, selama 3 hingga 5 detik.

Pada wilayah Kabupaten Jember, warga merasakan gempa dengan durasi yang sama, sekitar 3 hingga 5 detik. BPBD melaporkan situasi di tengah masyarakat tidak ada kepanikan.

Di wilayah Kota Surabaya, BPBD menginformasikan guncangan gempa pada intensitas lemah, sekitar 1 hingga 2 detik. Situasi aman terkendali dan tidak ada kepanikan warga.

Sedangkan di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Tuban, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora, BPBD masih melakukan pemantauan di wilayahnya.

Berdasarkan analisis BMKG, fenomena yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya aktivitas deformasi slab pull pada lempeng Indo-Australia, yang tersubduksi hingga di bawah Laut Jawa. Analisis selanjutnya, mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki pergerakan turun atau normal fault.

Dilihat dari parameter MMI atau modified Mercalli intensity, gempa bumi berdampak dan dirasakan warga di daerah Kuta dengan skala V MMI. Sedangkan di Karangkates, Trenggalek, Gianyar, Tulungagung, Trengalek, Nganjuk, Pacitan, Kediri, Tuban, Garut, Mataram, intensitas yang dirasakan pada skala IV MMI.

Di wilayah Pelabuhan Ratu, Labuan, Tabanan, teridentifikasi intensitas pada III MMI.

Semakin tinggi tingkat skala MMI, dampak gempa dapat berpotensi tinggi. BMKG mendeskripsikan V MMI sebagai getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.

Baca Juga:
Editor
:
Tags
beritaTerkait
Setelah di Mandikan Ibunya, Bayi Satu Bulan Meninggal Dunia
IRT Hanyut Hendak Buang Sampah Ditemukan Meninggal Dunia
Pianis George Winston Meninggal di Usia 73 tahun
Antisipasi Dini Karhutla, Kepala BNPB Bertolak ke Riau
BNPB Dorong Pemkab Tuntaskan Rehab-Rekon Pascagempa Cianjur
Petugas Gabungan Padamkan 26 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten Barito Selatan
komentar
beritaTerbaru