OPPO Gandeng Manus AI, Hadirkan Agent Mode di Find X10 Series dengan ColorOS 17
OPPO Manus AI hadir di AI Mind Pilot melalui Agent Mode pada Find X10 Series dengan ColorOS 17, untuk membantu menyelesaikan tugas kompleks.
Lifestyle 15 Okt 2026
Puluhan ribu orang mendesak Pemerintah Indonesia menghentikan ekspor monyet ekor panjang atau Macaca fascicularis untuk kepentingan penelitian dan pengujian.
Desakan tersebut muncul setelah Indonesia kembali mencatatkan kuota ekspor monyet ekor panjang pada 2026. Kebijakan ini menjadi sorotan karena kuota ekspor spesies tersebut terakhir tercatat pada 2022.
Bertepatan dengan Hari Primata Internasional, Forum United For Primates, jaringan organisasi perlindungan satwa dan konservasi, menyuarakan penolakan melalui aksi di Jakarta dan Yogyakarta.
Baca Juga:
Di Jakarta, perwakilan Forum United For Primates menyerahkan surat resmi dan petisi kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Petisi tersebut diinisiasi oleh JAAN, Action for Primates, dan Lady Freethinker. Hingga aksi berlangsung, petisi telah mendapatkan dukungan lebih dari 46.565 orang.
Baca Juga:
Dalam surat yang ditujukan kepada Kementerian Kehutanan, Forum United For Primates meminta pemerintah menangguhkan sementara ekspor monyet ekor panjang untuk penelitian dan pengujian toksisitas.
Forum juga meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan serta kuota ekspor yang telah diterbitkan.
Baca Juga:
Selain itu, mereka mendesak pemerintah memastikan tidak ada monyet yang berasal dari populasi liar digunakan untuk memasok fasilitas pembiakan komersial maupun kegiatan ekspor.
Forum turut meminta peninjauan terhadap perlindungan hukum bagi spesies tersebut dan penguatan pengembangan metode penelitian non-hewan.
Perwakilan Forum United For Primates, Angelina Pane, mempertanyakan kebijakan pemberian kuota ekspor bagi monyet ekor panjang yang disebut telah berstatus Terancam Punah.
"Ketika spesies yang sudah berstatus Terancam Punah kembali mendapatkan kuota ekspor bagi kepentingan penelitian dan pengujian, pemerintah perlu mempertanyakan apakah kebijakan ini masih dapat dibenarkan. Kami mendesak pemerintah menangguhkan ekspor dan meninjau kembali kebijakan ini secara menyeluruh. Selama belum ada langkah nyata, kami akan terus mengawal persoalan ini," kata Angelina Pane.
Menurut Forum, penghentian sementara ekspor diperlukan sembari pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kebijakan yang berkaitan dengan pemanfaatan monyet ekor panjang.
Desakan penghentian ekspor juga disuarakan di Yogyakarta. Anggota Forum United For Primates bersama masyarakat menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Aksi tersebut turut dihadiri Bandizt, bassis Shaggydog sekaligus pegiat perlindungan satwa.
Kegiatan diisi dengan orasi dan edukasi publik. Seniman Wanggi Hoed juga menampilkan pertunjukan pantomim sebagai bagian dari aksi tersebut.
Baca Juga:
Dalam pertunjukan itu, Wanggi mengenakan kostum menyerupai petugas laboratorium dan berada di dalam kandang berukuran besar. Aksi tersebut membalik gambaran yang selama ini menempatkan monyet sebagai pihak yang dikurung.
Selain itu, seseorang dengan kostum Hanoman turut tampil sebagai simbol makhluk mitologi yang mengamati proses ekspor dan pemanfaatan monyet sebagai objek uji coba di laboratorium.
Pertunjukan tersebut menggambarkan persoalan pemanfaatan monyet dalam eksperimen laboratorium sekaligus menyoroti praktik dan persoalan sistemik yang dinilai berkaitan dengan ekspor serta penggunaan satwa untuk penelitian.
Wanggi Hoed mengatakan hubungan manusia dengan spesies lain semestinya tidak menghilangkan hak makhluk hidup untuk berada di habitatnya.
"Manusia dan spesies lain hidup bersama di dunia yang sama. Ketika monyet diekspor untuk eksperimen laboratorium dan mengalami rasa sakit yang sebenarnya tidak diperlukan, bagi saya ada harmoni yang hilang dalam hubungan manusia dengan spesies lain. Semua yang hidup berhak untuk hidup dan berada di habitatnya," ujar Wanggi Hoed.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian aksi untuk meningkatkan perhatian publik terhadap penggunaan monyet ekor panjang dalam penelitian dan pengujian.
Monyet ekor panjang atau Macaca fascicularis saat ini berstatus Endangered (Terancam Punah) dalam Daftar Merah IUCN.
Dalam surat yang disampaikan kepada Kementerian Kehutanan, Forum United For Primates mencatat Indonesia menerbitkan kuota ekspor sebanyak 1.928 individu pada 2026.
Baca Juga:
Kuota tersebut disebut menjadi kuota pertama sejak 2022.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan organisasi perlindungan satwa dan konservasi, terutama terkait keberlanjutan populasi serta sumber monyet yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiakan dan ekspor.
Kekhawatiran Forum United For Primates juga muncul menyusul laporan mengenai pembangunan fasilitas komersial di Kabupaten Mesuji, Lampung.
Fasilitas tersebut dilaporkan memiliki kapasitas sekitar 4.000 monyet ekor panjang untuk kebutuhan pembiakan dan ekspor ke fasilitas penelitian biomedis di luar negeri.
Informasi tersebut menjadi salah satu alasan Forum meminta pemerintah memastikan bahwa monyet dari populasi liar tidak digunakan untuk memasok fasilitas pembiakan komersial maupun kegiatan ekspor.
Desakan penghentian ekspor monyet ekor panjang turut mendapatkan dukungan dari sejumlah figur publik.
Nama yang disebut memberikan dukungan antara lain Manohara Odelia, Luna Maya, Richard Kyle, dan Rachel Yosi.
Dukungan juga datang dari tingkat internasional. Asia for Animals Coalition bersama organisasi dari berbagai negara telah menyampaikan seruan kepada Pemerintah Indonesia agar menangguhkan ekspor monyet ekor panjang untuk kepentingan penelitian dan pengujian toksisitas.
Baca Juga:Forum United For Primates menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan ekspor, perlindungan spesies, serta penggunaan hewan dalam kegiatan penelitian.
OPPO Manus AI hadir di AI Mind Pilot melalui Agent Mode pada Find X10 Series dengan ColorOS 17, untuk membantu menyelesaikan tugas kompleks.
Lifestyle 15 Okt 2026
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ha
Nasional 15 Okt 2026
Huawei Mate 90 Series resmi meluncur dengan chip Kirin 9050 Pro, kamera telefoto 200 MP, layar 12.000 nits, dan fitur AI HarmonyOS 7.
Lifestyle 09 Okt 2026
Aolani menggandeng Karman untuk meningkatkan kapasitas komputasi AI hingga 50 dengan daya listrik yang sama melalui teknologi pengelolaan
Lifestyle 09 Okt 2026
Membeli rumah bukan hanya soal melihat ukuran kamar, kondisi atap, atau apakah dapur dan kamar mandi sudah direnovasi. Ada sejumlah hal pent
Lifestyle 11 Sep 2026
ASUS TUF Gaming 16 (FX610) menjadi salah satu laptop gaming ASUS yang menawarkan kombinasi prosesor Intel Core HX Generasi ke14 dan GPU NVI
Berita 11 Sep 2026
Apple akhirnya resmi memasuki pasar smartphone lipat dengan menghadirkan iPhone Duo, perangkat foldable pertama dalam lini iPhone. Berbeda d
Lifestyle 11 Sep 2026
Panduan renovasi dapur 2026 cara menentukan anggaran, tata letak, material, peralatan, gaya, hingga detail akhir agar fungsional dan cantik
Lifestyle 09 Sep 2026
OPPO A7 Pro resmi meluncur di China dengan baterai 8.000 mAh, layar OLED 120Hz, kamera 50MP, Dimensity 6360 Max, dan harga Rp5 jutaan.
Lifestyle 09 Sep 2026
Mitsubishi Pajero 2026 kembali dengan dimensi lebih besar, mesin diesel 2.4L 480 Nm, transmisi 8AT, dan fitur MIPILOT. SUV 7seater siap ta
Berita 04 Sep 2026