Sebanyak 25 persen pengurangan
kalori yang dikonsumsi tersebut, akan memotong sampai 500-600
kalori ke tubuh atau sekira sama dengan
kalori dari menyantap hamburger Big Mac.
Kelompok peserta studi yang mengurangi asupan kalori, mengalami penurunan berat badan sekitar 15 persen selama tahun pertama diet.
Tak hanya itu, dari tes darah juga terlihat kelompok ini berusia dua hingga tiga persen lebih lambat dibandingkan kelompok non-diet selama penelitian. Tak heran, hasilnya bisa mengurangi risiko kematian muda hingga 15 persen, sama dengan perokok yang berhenti merokok.
Lebih lanjut disebutkan, para ilmuwan mengatakan bahwasanya makan terlalu banyak membuat sel-sel tubuh jadi bekerja terlalu keras dan menyebabkan sel-sel tubuh akhirnya mengalami lebih banyak kerusakan dan menua lebih cepat.
Pada akhirnya, meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk dan mengidap diabetes, kanker, stroke, atau mengalami serangan jantung.