jaringberita.com - Seorang psikolog dari Lembaga
Psikologi Terapan Universitas Indonesia Rosana Dewi Yunita menilai orangtua perlu membantu anak bersiap menghadapi ujian sekolah.
Misalnya adalah dengan mengatur jadwal kegiatan mereka.
Rosana mengatakan orang tua dapat menyesuaikan jadwal persiapan ujian sekolah sesuai dengan usia anak. Untuk anak usia sekolah dasar, mereka terbiasa dengan jadwal yang pasti.
“Kalau untuk anak SMP-SMA, kita harus banyak diskusi karena mereka seharusnya sudah bisa mengatur jadwal sendiri,” kata Rosana mengutip Antara, Minggu (7/5/2023).
Dalam mempersiapkan anak menghadapi ujian sekolah, Rosana mengingatkan orang tua tidak terlalu ketat supaya anak tidak stres.
Orang tua sebaiknya tetap memberikan kelonggaran pada anak dan kepercayaan pada mereka dalam menjalankan tanggung jawabnya mempersiapkan ujian serta aktivitas harian mereka.
Terkadang, sebagian orang tua menghentikan kegiatan tambahan anak, seperti berolahraga atau melakukan hobi yang membuat mereka rileks menjelang ujian sekolah.
Padahal, akan lebih baik jika mereka tetap dapat melakukan kegiatan-kegiatan tersebut tanpa menghilangkannya sama sekali.
Selain mengatur jadwal anak, orang tua jangan terlalu cemas dan menganggap ujian sekolah adalah hal yang menakutkan.
Rosana mengatakan jika orang tua merasa tegang, perasaan tersebut dapat menular pada anak. Anak pun dapat merasa tertekan dan bahkan pikiran kosong saat ujian berlangsung.
Melainkan, orang tua dapat melakukan komunikasi interaktif dari hati ke hati pada anak tanpa tendensi untuk menyudutkan anak. Cari tahu apakah anak mengalami kesulitan dalam mengejar pelajaran atau ada masalah lainnya di sekolah.
Dengan begitu, orang tua dapat membantu anak agar pelan-pelan menyelesaikan dasar masalah demotivasi pada anak, terutama saat mendekati ujian sekolah agar mereka dapat menemukan motivasi belajar di sekolah.