Luky juga menyebut faktor genetika ini bisa semakin tumbuh saat seseorang mengonsumsi susu kedelai secara berlebihan. Hal ini lantaran, kandungan fitoestrogen yang cukup tinggi pada produk kedelai dianggap jadi pemicu tumbuhnya endometriosis yang sudah ada pada tubuh seseorang.
Fitoestrogen ini kata Luky memiliki rumus kimia yang sama persis seperti estrogen dalam tubuh manusia (human estrogen).
"Soy (kedelai) itu mengandung fitoestrogen yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Pada penelitian di lab fitoestrogen bisa menghambat endometriosis, namun pada saat diuji ke tikus dan manusia, enggak (menghambat)," kata Luky.
Justru kata Luky, saat diuji ke manusia fitoestrogen terutama yang berasal dari susu kedelai ini malah memicu tumbuhnya endometriosis pada manusia.
Bahkan kata dia, saat ibu hamil dengan riwayat endometriosis mengonsumsi susu kedelai, maka risiko anak yang lahir memiliki endometriosis lebih tinggi dari yang tidak mengonsumsi susu kedelai sama sekali.
"Kalau dia ada keturunan (endometriosis), terus saat hamil minum soy (kedelai), kemungkinan besar sekali (anak mengidap endometriosis). Jadi kalau endometriosis itu penyebabnya paling besar itu faktor genetik, kemudian ditambah faktor pencetus, ya itu bisa dari soy tadi," katanya.
Sebuah penelitian pada 2007 lalu yang diterbitkan di National Library of Medicine dengan judul Effect of soy isoflavones on endometriosis: interaction with estrogen receptor 2 gene polymorphism juga memperlihatkan hubungan antara produk kedelai dengan endometriosis.
Penelitian ini melibatkan 138 wanita di Jepang berusia 20-45 tahun. Mereka dianggap memenuhi syarat setelah dilakukan diagnosis endometriosis dengan laparoskopi. Ke-138 wanita ini diklasifikasikan menjadi 3 sub kelompok, yakni kontrol (tanpa endometriosis), awal endometriosis (stadium I-II) dan endometriosis lanjut (stadium III-IV).
Setelah penelitian dengan cara melibatkan diet isoflavon yang berasal dari produk kedelai dilakukan, hasilnya menunjukan diet isoflavon dapat menurunkan risiko endometriosis pada wanita Jepang.
Meski demikian, Luky menegaskan, soy atau susu kedelai bukan penyebab endometriosis. Susu kedelai hanya bisa jadi pemantik atau pemicu gen endometriosis yang sudah ada dalam tubuh seseorang tumbuh dan menjadi penyakit.
"Pemicu ya bukan penyebab. Pokoknya yang perlu dilakukan itu ya pengecekkan terutama kalau sering sakit saat haid," kata dia.