Sabtu, 10 Oktober 2026

Cuci Tangan Pakai Sabun Bagian Terpenting untuk Tekan Angka Kematian Bayi Akibat Infeksi

- Senin, 17 Oktober 2022 22:00 WIB
Cuci Tangan Pakai Sabun Bagian Terpenting untuk Tekan Angka Kematian Bayi Akibat Infeksi
Pixabay
Ilustrasi

jaringberita.com - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengemukakan jika perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan bagian terpenting dalam program pemerintah untuk menurunkan angka kematian bayi akibat infeksi.


"Kasus pertama terkait kematian bayi didominasi oleh pengaruh infeksi yang saat ini berkisar 80 ribu jiwa bayi meninggal setiap tahun yang diakibatkan diare karena pengaruh infeksi Rotavirus," katanya dilansir dari ANTARA, Senin (17/10/2022).

Menurutnya, infeksi tersebut menguras energi, kalori, hingga gizi bayi, sebab seluruhnya digunakan untuk menyembuhkan infeksi. "Bukan untuk pertumbuhan otaknya, sehingga stunting terjadi," katanya.

Untuk itu, Budi mengatakan, perilaku mencuci tangan pakai sabun serta sanitasi total berbasis masyarakat sangat penting untuk diimplementasikan karena efektif menurunkan infeksi, dan menekan angka kematian anak.

Kemenkes telah mengintegrasikan perilaku tersebut dalam Program Transformasi Layanan Primer yang bersifat promotif hingga ke level puskesmas dan posyandu.

Direktur Penyehatan Lingkungan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anas Ma’ruf mengatakan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun 2022 menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Poin penting peringatan ini adalah menguatkan kebutuhan masyarakat pada perilaku cuci tangan pakai sabun, sehingga menjadi budaya perilaku masyarakat," katanya.

Baca Juga:
Editor
:
Tags
beritaTerkait
Ibu Kandung Jual Bayi Rp 20 Juta, Tercium Polisi "Diamankan" di Hotel Prodeo
Mayat Bayi Ditemukan di Bak Hotel
Pemerintah Gencarkan Program Promotif dan Preventif Cegah Kanker
35 Ribu Lebih Bayi di Indonesia Tertular Hepatitis, Dinkes Sumut Imbau Cegah dengan Imunisasi
Pemerintah Targetkan 50 Persen Orang Dewasa Sehat Divaksinasi
Studi Temukan Otak Bayi Rusak karena Covid-19
komentar
beritaTerbaru