Minggu, 18 Oktober 2026

Makan dan Jajan Berkurang, Tapi Bulan Puasa Kok Malah Boros? Ternyata Ini Penyebabnya

- Sabtu, 15 April 2023 18:00 WIB
Makan dan Jajan Berkurang, Tapi Bulan Puasa Kok Malah Boros? Ternyata Ini Penyebabnya
(iStock/Yamtono_Sardi)
Laporan tersebut juga memaparkan bahwa di luar berbelanja makanan, 88 persen responden juga memilih untuk belanja baju, 66 persen berbelanja perlengkapan salat, 60 persen berbelanja alas kaki, 55 persen berbelanja aksesoris fesyen, dan lainnya.
Hal ini juga dibuktikan oleh penelitian lainnya dari YouGov. Survei tersebut mengungkapkan bahwa dua dari lima konsumen yang mengamati Ramadan di Indonesia (41 persen) berharap membelanjakan lebih banyak untuk makanan dan minuman pada Ramadan ini.
Sekitar seperempat juga diperkirakan akan membelanjakan lebih banyak untukpakaian mode dan aksesori(26 persen),obat-obatan dan vitamin(25 persen),sementara seperlima menunjukkan hal yang sama untuk perawatan pribadi dan kosmetik(20 persen).
Sebaliknya, konsumen cenderung berbelanja lebih banyak untuk peralatan rumah tangga (16 persen) dan produk elektronik (13 persen) di bulan Ramadhan ini.
Dalam hal mode berbelanja, saluran online tampaknya menjadi pilihan populer untuk membeli beberapa pakaian dan aksesoris mode, perawatan pribadi dan kosmetik, makanan dan minuman, serta peralatan rumah tangga.
Bukan cuma itu, dalam pernyataan dari e-commerce Shopee Indonesia, proses belanja online ini bahkan meningkat di waktu sahur. Mereka menyebut bahwa peningkatan transaksi lebih dari 16 kali lipat dibandingkan waktu yang sama hari biasa.
Lantas apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya perilaku konsumtif masyarakat jelang lebaran ini?
Menurut pengamat sosial Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, perayaan agama bukan hanya dilakukan secara pribadi, namun juga secara sosial.
"Yang namanya perayaan agama itu menjadi perayaan sosial. Ibadah itu bukan hanya ibadah pribadi, tapi ada yang namanya ibadah sosial. Mau agama apapun," kata Devie pada CNNIndonesia.com saat ditemui di Tendean, Jakarta, Selasa (14/3).
Pasalnya, ibadah sosial adalah ibadah yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan manusia lainnya dalam kehidupan sosial. Menurut Devie, masyarakat Indonesia cenderung memikirkan ibadah ini dibandingkan ibadah mahdhah.
"Itu menjadi kearifan sosial yang mendekatkan hati. Saling memberi itu kan mendekatkan hati. Makanya kita sibuk mikirin mau bawa apa, pakai pakaian apa, karena dalam konteks memaknai kesucian itu salah satunya dengan memakai sesuatu yang baru," lanjutnya.
"Karena ibadah itu bukan hanya ibadah privat, tapi juga ibadah sosial."
Penanaman perspektif Idul Fitri dengan barang baru sudah dilakukan sejak dini dan sudah mengakar, sehingga sulit untuk dipisahkan atau dihilangkan di masyarakat.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Penghujung Tahun 2023, 87,8 Masyarakat Puas dengan Kinerja Polri
Jalin Silahturahmi, Puluhan Wartawan Gelar Buka Puasa Bersama
Jalin Silaturahmi, Unit Bengke Perumda Tirtanadi  Buka Puasa Bersama
Unit Bengkel Perumda Tirtanadi Gelar Buka Puasa Bersama
DREGS Gelar Buka Puasa Bersama dan Bagikan Takjil
Forwakes Gelar Buka Puasa dan Santuni Yatim Piatu
komentar
beritaTerbaru