jaringberita.com -
Organisasi
Kesehatan
Dunia
(WHO)
menyatakan
jika
anak-anak
dan
remaja
yang
sehat
dimungkinkan
untuk
tidak
divaksin
Covid-19.
Namun, bagi orang-orang lanjut usia dan kelompok berisiko harus mendapatkan dosis penguat (booster) tambahan 6-12 bulan setelah suntikan dosis terakhir mereka.
Melansir Antara, Jumat (31/3/2023), pembaruan rekomendasi vaksinasi Covid-19 tersebut dirilis WHO pada Selasa (29/3/2023) usai pertemuan Kelompok Penasihat Strategis Pakar Imunisasi (SAGE) WHO pada 20-23 Maret 2023.
"Negara-negara harus mempertimbangkan konteks spesifik mereka dalam memutuskan apakah akan terus memvaksin kelompok berisiko rendah, seperti anak-anak dan remaja yang sehat, tetapi tidak mengorbankan vaksin rutin yang sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan kelompok usia ini," kata Ketua SAGE Dr. Hanna Nohynek.
Di samping itu, WHO juga merevisi peta jalan untuk memprioritaskan penggunaan vaksin Covid-19 guna menunjukkan dampak strain Omicron dan kekebalan tingkat populasi yang tinggi akibat infeksi dan vaksinasi.
Peta jalan tersebut menguraikan tiga kelompok penggunaan prioritas untuk vaksinasi Covid-19, yaitu tinggi, sedang, dan rendah.
Kelompok prioritas tinggi termasuk orang dewasa yang lebih tua, orang dewasa yang lebih muda dengan komorbiditas yang signifikan, orang dengan kondisi gangguan kekebalan termasuk anak-anak berusia 6 bulan ke atas, orang hamil, dan petugas kesehatan di garis depan.