jaringberita.com -
Negara
Suriah
akhirnya
resmi
diterima
kembali
bergabung
bersama
Liga
Arab
setelah
keanggotaannya
ditangguhkan
selama
lebih
dari
10
tahun
lalu.
Para menteri luar negeri Liga Arab pada Minggu (7/5/2023) memutuskan untuk memasukkan kembali Suriah setelah lebih dari satu dekade dicabut keanggotaannya, kata seorang juru bicara dari Liga Arab dilansir dari Antara, Senin (8/5/2023).
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk konsolidasi dorongan regional untuk menormalisasikan hubungan dengan Presiden Suriah Bashar Al Assad.
Gamal Roshdy, juru bicara untuk sekretaris jenderal Liga Arab, menyatakan bahwa keputusan itu diambil dalam pertemuan tertutup para menteri luar negeri negara-negara Arab di markas besar Liga Arab di Kairo.
Keanggotaan Suriah di Liga Arab ditangguhkan pada 2011 setelah penumpasan aksi unjuk rasa jalanan dengan sangat keras yang mengakibatkan perang saudara yang meluluhlantakkan negeri tersebut.
Pada saat itu, banyak negara Arab menarik duta besar mereka dari Damaskus.
Baru-baru ini, beberapa negara Arab termasuk Arab Saudi dan Mesir, telah berhubungan kembali dengan Suriah dalam kunjungan dan pertemuan tingkat tinggi.
Meski demikian, beberapa negara, termasuk Qatar, tetap menentang normalisasi penuh tanpa adanya solusi politik terhadap konflik Suriah.
Negara-negara Arab telah berupaya mencari kesepakatan apakah mereka akan mengundang Assad ke KTT Liga Arab pada 19 Mei di Riyadh untuk membahas normalisasi hubungan dan dengan syarat apa Suriah dapat diizinkan untuk bergabung kembali.