jaringberita.com - Seorang pria asal Australia, Alistair Blake mengatakan bahwa dirinya sempat mengalami momen mengerikan. Ia mengaku sudah meninggal selama 90 menit akibat serangan jantung sebelum hidup kembali dengan bantuan petugas medis.
Dilansir dari Okezone, Minggu (16/10/2022), pada Januari 2019 lalu, istri Blake, Melinda, mendapati suaminya mengorok yang menjadi salah satu tanda kematian. Namun, Melinda tetap tenang dengan memanggil petugas medis dan memberikan pertolongan pertama.
Sambil menunggu ambulan dan petugas medis datang, Blake mengatakan bahwa Melinda melakukan tindakan CPR. Tindakan tersebut dilakukan selama 20 menit hingga petugas medis datang.
Sama seperti Melinda, petugas medis juga melakukan tindakan CPR dan menggunakan defibrilator (alat kejut listrik ke jantung) pada Blake yang dilakukan sekitar 10 sampai 12 kali.
“Pada dasarnya, saya sudah meninggal selama 90 menit,” kata Blake yang mengungkapkan petugas medis memberikannya nama panggilan ‘Lazarus’, seseorang yang bangkit dari kematian.
Alistar Blake sebenarnya tidak ingat apa pun ketika dirinya tersadar satu pekan kemudian dengan terbaring di ranjang Frankston Hospital.
“Saya hanya ingat pada Sabtu malan tidur di ranjang rumah saya, dan hal berikutnya yang saya ingat adalah bangun pada Kamis pagi pada sebuah ranjang troli yang membawa saya dari ICU ke perawatan koroner,” ucap Blake.
Tetapi, yang ingin diketahui semua orang adalah apakah pengalaman kematian yang dialami Blake menyebabkan dia melihat sesuatu, dan jawaban singkatnya adalah tidak.
“Banyak orang bertanya kepada saya, apakah saya melihat sesuatu, dan jawabannya tidak, saya tidak melihat apa-apa. Tidak ada lampu terang, tidak ada yang seperti itu," ujari Blake.
Kejadian seperti yang dialami Alistar Blake memang sangat jarang dan itu terjadi berkat pertolongan pertama yang dilakukan Melinda dan petugas medis, yakni CPR. Itu dapat mengembalikan fungsi napas dan jantung sehingga bisa menyelamatkan nyawa seseorang.
CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau dikenal juga dengan sebutan RJP (resusitasi jantung paru) adalah upaya pertolongan medis untuk mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi darah dalam tubuh.
Dengan pemberian CPR, aliran darah yang mengandung oksigen akan tetap tersalurkan ke otak dan seluruh tubuh hingga orang tersebut mendapatkan bantuan medis lebih lanjut.