Presiden Putin Ancam Serangan Lebih Parah

Larang Barat Pasok Senjata Ke Ukraina

Presiden Putin Ancam Serangan Lebih Parah
Mobil terbakar dalam serangan militer Rusia di Kiev, Ibu Kota Ukraina,

jaringberita.com -Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan melakukan serangan yang lebih parah jika Barat tidak menghentikan kiriman senjata ke Ukraina.

“Jika upaya serangan teroris (Ukraina) terus berlanjut, tanggapan dari Rusia akan parah. Sesuai dengan tingkat ancaman. Tidak ada keraguan tentang itu,” tegas Putin.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menegaskan, mereka siap berkonfrontasi dengan pihak mana pun. Termasuk dengan organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Penegasan itu merupakan respons atas janji Amerika Serikat (AS) yang akan mengirim lebih banyak lagi bantuan militer ke Ukraina.

“Kami memperingatkan dan berharap mereka menyadari bahaya eskalasi tak terkendali di Washington dan ibu kota Barat lainnya,” tegas Ryabkov, pada Kantor Berita Rusia RIA Novosti, dilansir Reuters, kemarin.

Senin (10/10), Ukraina menyampaikan bahwa mereka perlu memperkuat pertahanan udara, menyusul serangan udara terbesar Rusia di Kiev pada hari yang sama. Serangan Rusia itu merupakan balasan atas serangan Ukraina terhadap jembatan utama penghubung daratan Rusia dengan Crimea yang dicaplok Rusia pada 2014.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pasukan Rusia meluncurkan puluhan rudal dan drone buatan Iran ke Ukraina. Sasarannya wilayah sipil dan fasilitas energi di 10 kota.

Rusia memilih waktu dan target seperti itu dengan sengaja agar menimbulkan kerusakan paling besar,” kata Zelensky.

Zelensky menegaskan, pihaknya tidak akan gentar dengan ancaman Rusia. “Kami akan terus maju di medan pertempuran,” tegasnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji menyediakan sistem pertahanan udara canggih. Departemen Pertahanan AS mengatakan, pada 27 September lalu, mulai mengirimkan Sistem Rudal Permukaan selama dua bulan ke depan atau lebih.

Biden dan para pemimpin negara-negara maju anggota G7, kemarin, juga mengadakan pertemuan virtual membahas komitmen mereka mendukung Ukraina.

Dilansir RM.id, sebelumnya layanan Darurat Ukraina mengungkapkan, 11 orang tewas dan 64 terluka dalam serangan awal pekan ini di seluruh Ukraina. Agresi itu yang terbesar dan terluas dibandingkan hari-hari awal perang.

Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengatakan, ledakan menghantam distrik Shevchenko di Ibu Kota Ukraina, pusat kota yang mencakup kota tua bersejarah serta beberapa kantor Pemerintah.

Beberapa rudal Rusia juga menghantam areal lokasi gedung parlemen dan bangunan utama lainnya berada. Warga, korban dari serangan tersebut, terlihat di jalan dengan darah di pakaian dan tangan mereka. Beberapa mobil juga rusak hingga hancur.

Sirene serangan udara terdengar berulang kali di seluruh negeri. Pemadaman listrik dilaporkan terjadi di beberapa wilayah. Termasuk kota terbesar kedua Ukraina, Kharkiv, dan wilayah sekitarnya. Ditambah wilayah Sumy timur laut, wilayah Zhytomyr di utara dan wilayah Khmelnytskyi di barat.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan, 75 rudal ditembakkan ke Ukraina. Sebanyak 41 di antaranya dinetralkan pertahanan udara.


Tag: