jaringberita.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menghentikan konflik bersenjata yang terjadi di Sudan.
"MUI mengimbau OKI dan PBB agar secepatnya bisa menghentikan perang saudara ini agar Sudan kembali bersatu dan rakyatnya bisa kembali hidup dengan aman, tentram, damai, sejahtera dan bahagia. Semoga," ungkap Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas melansir CNN, Senin (24/4/2023).
Anwar menilai, perang antara kubu panglima militer Abdel Fattah Al-Burhan dan wakilnya yang kini menjadi saingannya, Mohamed Hamdan Daglo, yang mengomandani Rapid Support Forces (RSF) bakal berlangsung lama dan berlarut-larut seperti perang saudara di Suriah.
Hal itu, kata dia, karena pemimpin kedua kubu saat ini tengah berusaha untuk merebut kepemimpinan di Sudan.
Menurut Anwar, usaha untuk bisa mencarikan titik temu guna mempersatukan mereka tidak mudah. Sebab, masing-masing pihak berkesimpulan apabila kalah, maka tak mustahil mereka akan dihabisi oleh pihak yang menang.
Ia juga menyoroti kedua belah pihak militer yang sama-sama punya puluhan ribu pejuang, pendukung asing, kekayaan mineral, dan sumber daya lain.
"Sehingga kasus perang saudara ini rasa-rasanya akan berlarut-larut," tandasnya.
Sebelumnya, pasukan paramiliter RSF menyerbu sejumlah situs strategis dan pemerintah di Ibu Kota Khartoum, hingga menduduki Istana Kepresidenan dan bandara internasional pada 15 April lalu. Penyerbuan RSF ini pun memicu pertempuran dengan militer Sudan.