Mantan Wakil Menteri Pertahanan Iran Dieksekusi Atas Tuduhan Spionase


Mantan Wakil Menteri Pertahanan Iran Dieksekusi Atas Tuduhan Spionase
Pixabay
Ilustrasi

jaringberita.com - Pemerintah Revolusioner Iran melakukan eksekusi terhadap Alireza Akbari yang merupakan mantan wakil menteri pertahanan (Menhan) mereka.

Sebelumnya, Alireza Akbari yang diketahui memegang kewarganegaraan ganda Inggris dan Iran telan dijatuhkan hukuman mati atas dakwaan menjadi mata-mata (spionase) untuk Inggris, seperti yang dilaporkan Kantor Berita Mizan, Sabtu (14/1/2023).

"Alireza Akbari, yang divonis hukuman mati atas dakwaan korupsi dan tindakan ekstensif terhadap keamanan internal dan eksternal negara melalui aksi spionase untuk dinas intelijen pemerintah Inggris ... telah dieksekusi," kata Mizan di Twitter.

Pemerintah Iran menuduh Akbari menerima 1.805.000 euro (sekitar Rp29,6 miliar), 265.000 poundsterling (sekitar Rp4,9 miliar), dan 50.000 dolar AS (sekitar Rp755,9 miliar) untuk melakukan aksi mata-mata.

Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly, Jumat (13/1/2023) berkata bahwa Iran seharusnya tidak menindaklanjuti vonis itu dengan eksekusi Akbari. Inggris menyebut hukuman mati itu sebagai tindakan yang didorong kepentingan politik dan meminta agar Akbari dibebaskan segera.

Dalam sebuah rekaman suara yang disiarkan oleh BBC Persia, Rabu (11/1/2023) Akbari berkata dia terpaksa mengakui kejahatan yang tidak dia lakukan setelah mengalami penyiksaan.

Media pemerintah Iran menyiarkan sebuah video pada Kamis (12/1/2023) untuk menunjukkan keterlibatan Akbari dalam pembunuhan Ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh, pada 2020.

Mengutip Antara, Fakhrizadeh tewas dalam serangan di luar Tehran dan otoritas pada saat itu menyalahkan Israel. Dalam video itu, Akbari tidak mengaku terlibat dalam pembunuhan tersebut, tetapi berkata bahwa seorang agen Inggris meminta informasi darinya tentang Fakhrizadeh.

Editor
: Nata

Tag: