Lama Puasa 2023 di Berbagai Negara Nyaris Merata, Ini Sebabnya


Lama Puasa 2023 di Berbagai Negara Nyaris Merata, Ini Sebabnya
Ilustrasi. Durasi puasa di berbagai negara tahun ini tak jauh berbeda. (iStockphoto/FarAway)

jaringberita.com - Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut puasa di berbagai negara pada bulan puasa 2023 atau Ramadan 1444 Hijriah ini memiliki durasi yang nyaris merata, sekitar 13-14 jam. Mengapa demikian?

Pada Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, durasi berpuasa variatif bahkan bisa ada perbedaan jauh antara beberapa negara. Hal berbeda terjadi pada bulan puasa tahun ini.

"Hal ini dikarenakan bulan puasa terjadi di dekat ekuinoks vernal, sehingga durasi puasa (durasi siang + durasi fajar) menjadi hampir seragam yakni 12 jam +1-2 jam," tulis Andi Pangerang, peneliti di Pusat Riset Antariksa BRIN pada akun Instagram ORPA-BRIN dikutip dari CNN Indonesia.

"Secara singkat, Ekuinoks adalah fenomena ketika Matahari melintasi ekuator Bumi. Oleh karenanya, panjang siang dan panjang malam saat ekuinoks tidak terlalu panjang ataupun pendek," lanjutnya.

Ekuinoks sendiri terbagi menjadi dua, yakni ekuinoks vernal dan ekuinoks autumnal. Ekuinoks vernal atau ekuinoks musim gugur adalah ekuinoks yang terjadi pada Maret, sedangkan ekuinoks autumnal atau ekuinoks musim gugur adalah ekuinoks yang terjadi pada September.

Andi Pangerang menyebut ekuinoks terjadi karena belahan Bumi Utara tidak condong dan lebih dekat ke Matahari, juga tidak menjauhi Matahari. Demikian juga yang terjadi di belahan Selatan.

Jika ditinjau dari pengamat Tata Surya di luar Bumi, posisi sumbu rotasi Bumi tegak lurus terhadap arah sinar Matahari ke Bumi. Hal ini mengakibatkan terminator (garis batas siang-malam) di Bumi berimpit dengan garis meridian atau bujur geografis di setiap permukaan Bumi.

Penulis
: CNN Indonesia
Editor
: La Tansa

Tag: