Jadwal Fenomena Matahari 2023


Jadwal Fenomena Matahari 2023
Ilustrasi. Sejumlah fenomena berkaitan dengan Matahari akan terjadi pada 2023. (REUTERSE)

jaringberita.com - Sederet fenomena langit akan mewarnai tahun 2023. Salah satunya fenomena yang berkaitan dengan Matahari, seperti ekuinoks dan solstis. Fenomena ini sebetulnya rutin terjadi tahunan. Alhasil, deret fenomena tersebut juga terjadi pada tahun ini.

Contohnya adalah Solstice (solstis) atau Titik Balik Matahari kedua yang terjadi pada Kamis (22/12) dinihari tadi. Hoaks soal bencana yang akan muncul berkaitan dengan solstis sempat viral di media sosial.

Namun usai solstis lewat, tidak ada bencana yang terjadi. Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pun telah membantah hoaks itu lewat akun instagramnya.

Lebih lanjut, ORPA BRIN menyebut beberapa fenomena yang berkaitan dengan posisi Matahari disebut dengan penanda Matahari. Penanda Matahari sendiri terdiri dari tiga fenomena, yakni ekuinoks, solstis, dan periapsis.

Ekuinoks

Ekuinoks merupakan fenomena ketika Matahari melintasi ekuator Bumi. Fenomena ini membuat panjang siang dan panjang malam saat ekuinoks tidak terlalu panjang ataupun pendek.

Fenomena ekuinoks sendiri terjadi dua kali selama satu tahun, yakni pada 21 Maret dan 23 September.

Solstis

Solstis adalah fenomena ketika Matahari melintasi Garis Balik Utara atau Garis Balik Selatan. Kedua garis ini adalah garis khayal pada bola Bumi yang terletak pada lintang yang senilai dengan kemiringan sumbu Bumi yakni 23,44 LU dan 23,44 LS.

Fenomena ekuinoks dan solstis disebabkan oleh kondisi Bumi yang berotasi secara miring terhadap ekliptika sekaligus mengorbit Matahari, sehingga ujung sumbu rotasi Bumi selalu menghadap ke arah yang sama, yaitu Polaris atau bintang kutub setidaknya hingga dua milenium mendatang, karena mengalami pergeseran bintang kutub.

Fenomena ekuinoks dan solstis memberikan dampak adanya pergantian musim terutama bagi negara-negara subtropis dan berlintang tinggi. Secara astronomis, awal musim ditandai dengan ekuinoks dan solstis.

Solstis sendiri terjadi setiap tahun pada Juni dan Desember. Pada 2023, solstis Juni akan terjadi pada 21 Juni, sementara solstis Desember akan terjadi pada 22 Desember.

Periapsis

Periapsis adalah dua titik pada orbit Bumi yang masing-masing memiliki jarak terdekat dan jarak terjauh dari Matahari. Saat Bumi berada pada jarak terjauh, Bumi disebut berada pada titik aphelion dan saat berada pada jarak terdekat disebut sebagai perihelion.

Dalam 200 tahun terakhir, perihelion dan aphelion masing-masing terjadi pada Januari dan Juli. Waktu ini disebut akan bertahan hingga 1300 tahun mendatang.

Pada 2023, Bumi akan berada pada perihelion pada 4 Januari pukul 23.17 WIB dengan jarak 147.098.925 kilometer. Sedangkan aphelion akan terjadi pada 7 Juli pukul 03.06 WIB pada jarak 152.099.968 kilometer.

Penulis
: CNN Indonesia
Editor
: La Tansa

Tag: