jaringberita.com -
Orang
terkaya
di
dunia,
Elon
Musk
mengaku
jika
ia
telah
resmi
mundur
dari
jabatannya
sebagai
CEO
Twitter.
Bahkan,
Elon
juga
menyebutkan
jika
ia
telah
menemukan
sosok
pengganti
dirinya.
Melansir CNBC, Sabtu (13/5/2023), Elon Musk menunjuk Linda Yaccarino yang merupakan mantan kepala periklanan NBC Universal (NBCU), sebagai CEO baru Twitter. Ia ditunjuk karena perusahaan tengah berusaha membalikkan penurunan pendapatan iklan.
Yaccarino akan mengambil alih platform media sosial yang dilanda tantangan dan beban utang yang besar, setelah sebelumnya ia menghabiskan beberapa tahun memodernisasi bisnis periklanan di NBC Universal, yang dimiliki oleh Comcast Corp.
"Saya sangat senang menyambut Linda Yaccarino sebagai CEO Twitter yang baru!" tulis Elon dalam tweet pada Jumat (12/5/2023).
"@LindaYacc akan fokus terutama pada operasi bisnis, sementara saya fokus pada desain produk & teknologi baru," sambungnya.
Sejak Elon Musk mengakuisisi Twitter pada Oktober 2022, para pengiklan telah meninggalkan medsos tersebut karena khawatir iklan mereka dapat muncul di samping konten yang tidak pantas setelah perusahaan kehilangan hampir 80% staf.
Elon Musk awal tahun ini mengakui bahwa Twitter mengalami penurunan besar dalam pendapatan iklan.
Elon Musk juga mengatakan Yaccarino akan membantu membangun aplikasi segalanya, yang sebelumnya dia katakan dapat menawarkan berbagai layanan seperti pembayaran peer-to-peer.
"Lintasan Twitter akan segera berubah 180 derajat di bawah kepemimpinan Yaccarino," kata Lou Paskalis, seorang eksekutif industri periklanan lama dan CEO AJL Advisory, sebuah konsultan pemasaran.
"Saya pikir (Yaccarino) telah mendaki setiap gunung yang dia bisa di NBCU dan melakukannya dengan sangat baik. Dan tidak ada tantangan yang lebih besar daripada memulihkan ketertiban di Twitter," tanbahnya.
Sebelum menjadi CEO Twitter, Yaccarino bergabung dengan NBCU pada tahun 2011 setelah 15 tahun bekerja Turner Entertainment. Ia telah dipercaya membawa operasi penjualan iklan jaringan tersebut ke era digital.
Elon Musk sebelumnya telah memecat ribuan karyawan Twitter dan melakukan diversifikasi dari iklan dengan Twitter Blue, fitur berlangganan yang membebani pengguna US$8 per bulan untuk memverifikasi akun mereka. Namun produk tersebut disebut memiliki kesuksesan yang terbatas.
Peneliti independen Travis Brown melacak jumlah pelanggan Twitter Blue dari waktu ke waktu, dan memperkirakan ada 619.858 pelanggan per 30 April.