jaringberita.com -Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Rosan Perkasa Roeslani optimistis arus masuk investasi dari Negeri Paman Sam akan terus mengalir ke Indonesia, seiring membaiknya perekonomian nasional.
Rosan mengatakan, pada penyelenggaraan KTT G20 di Bali, November 2022, Presiden AS Joe Biden secara resmi telah mengumumkan besaran investasi AS di Indonesia, termasuk perjanjian sebesar 2,5 miliar dolar AS antara ExxonMobil dan Pertamina.
“Perekonomian Indonesia tumbuh sangat baik pada tahun 2022 sebesar 5,3 persen. Pertumbuhan ini ditopang sektor konsumsi, ekspor dan investasi. Investasi dari AS akan terus mengalir ke Indonesia,” kata Dubes Rosan usai menerima kunjungan jajaran anggota DPR lintas partai di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC, AS, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (17/3) dilansir rm.id.
Dubes Rosan secara eksplisit menjelaskan tentang kontribusi investasi bagi perekonomian Indonesia.
Dia menyebutkan, pada tahun 2022 realisasi investasi AS di Indonesia sebesar 2,12 miliar dolar AS. Dia meyakini arus masuk investasi AS ke Indonesia akan terus meningkat menyusul disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja, Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA), dan Daftar Prioritas Investasi (DPI).
Dubes Rosan bersyukur, Presiden Biden telah menyampaikan komitmen investasi AS di Indonesia, termasuk terkait penurunan emisi karbon. Sebab, investasi di sektor ini akan membuka peluang bagi pekerja Indonesia dan membantu Indonesia mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.
AS dan Indonesia sepakat meluncurkan program Millennium Challenge Corporation (MCC) senilai 698 juta dolar AS untuk membantu mendukung pengembangan infrastruktur transportasi sadar iklim di lima provinsi dan tujuan pengembangan lainnya.
Rincian dana dalam kerja sama program MCC tersebut adalah 649 juta dolar AS disumbang AS dan 49 juta dolar AS sisanya dikucurkan Pemerintah Republik Indonesia.
Saat ini, AS adalah investor asing nomor enam terbesar di Indonesia setelah Singapura, China, Hong Kong, Jepang dan Malaysia.