jaringberita.com -Gedung Putih menegaskan, Beijing tak punya alasan untuk membalas langkah pembatasan Covid terhadap turis asal China, yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan India.
Juru Bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan, langkah itu dibenarkan atas dasar kesehatan masyarakat.
"Dalam konteks ini, tidak ada alasan untuk melakukan pembalasan. Hanya karena negara-negara di seluruh dunia mengambil langkah kesehatan yang hati-hati, untuk melindungi warganya," kata Jean-Pierre dalam sesi briefing, seperti terpantau melalui Twitter, Selasa (3/1).
“Keputusan ini didasarkan pada faktor kesehatan masyarakat dan ilmu pengetahuan. Sesuai saran para ahli di negara kami, dan juga di negara lain," imbuhnya dilansir rm.id.
Jean-Pierre mengingatkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyerukan China merilis lebih banyak data, untuk membantu mengidentifikasi varian potensial.
“Jadi, sekali lagi, China tidak perlu balas dendam. Ini adalah sesuatu yang kita semua, dan negara lain lakukan. Demi melindungi warga negara kami," tuturnya.
AS juga telah menyuarakan keprihatinan tentang transparansi data China, terhadap penyebaran virus di negaranya.
“Karena lonjakan kasus Covid-19 di China, dan kurangnya data urutan genom virus dan epidemiologis yang memadai dan transparan dari China, kami mengambil langkah proaktif untuk memperlambat penyebaran Covid-19 dan mewaspadai potensi varian baru,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/1).
Sementara itu, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan, AS telah menawarkan bantuan kepada China, untuk mengatasi wabah Covid di negaranya. Termasuk, vaksin yang dikembangkan AS.
Namun, Beijing telah mengindikasikan secara terbuka, bahwa negaranya tidak memerlukan bantuan tersebut