jaringberita.com - Tim arkeolog menemukan piramida yang berisi tumpukan peti mati, ratusan mumi, artefak, serta serangkaian terowongan yang saling berhubungan tak jauh dari makam Firaun Mesir Tutankhamun.
Dilansir dari Kompas.com, peneliti menemukannya saat melakukan penggalian selama dua tahun terakhir di Saqqara, sebuah situs arkeologi di Giza yang berlokasi sekitar 32 Km di selatan Kairo.
Benda-benda bersejarah itu, menurut peneliti ditemukan dalam piramida milik Teti, raja pertama Dinasti Keenam Mesir.
"Teti disembah sebagai dewa pada masa Kerajaan Baru sehingga orang-orang ingin dimakamkan di dekatnya," terang Zahi Hawass, ahli Mesir yang mengerjakan penggalian dan pernah menjabat sebagai Menteri Purbakala Mesir.
Tetapi menariknya, sebagian besar penguburan di Saqqara berasal dari Kerajaan Lama atau Periode Akhir. Ratusan mumi Mesir dan artefak yang baru ditemukan ini pun menjadi penting, karena semuanya berasal dari Kerajaan Baru atau dikenal sebagai Kerajaan Mesir (berlangsung dari abad keenam SM hingga abad ke-11 SM).
"Pemakaman dari Kerajaan Baru tak umum di daerah itu, jadi ini sepenuhnya unik di situs Saqqara," kata Hawass.
Dikutip dari Live Science, Sabtu (19/11/2022) peneliti membeberkan bahwa mereka menemukan 22 terowongan yang saling berhubungan dengan kedalaman 9 hingga 18 meter. Selain itu juga para arkeolog menemukan sarkofagus batu kapur besar bersama dengan 300 peti mati indah dari periode Kerajaan Baru.
Peti-peti mati berisi ratusan mumi Mesir itu juga memiliki keunikan karena memiliki wajah individu yang membedakan pria dan wanita. Peti juga dihiasi dengan adegan dari Kitab Orang Mati (teks penguburan Mesir kuno). Setiap peti mati juga memiliki nama orang yang meninggal dan menunjukkan empat anak-anak Horus, yang melindungi organ yang meninggal.
Akan tetapi, yang membuat tercengang adalah ketika para peneliti mengangkat tutup peti mati mereka masih menemukan mumi Mesir dalam kondisi baik, bahkan setelah berabad-abad.
"Ini menunjukkan bahwa mumifikasi mencapai puncaknya di era Kerajaan Baru," ungkap Hawass.
Beberapa peti mati memiliki tutup dan peti mati yang paling menakjubkan sejauh ini memiliki topeng seorang wanita yang seluruhnya terbuat dari emas murni. Didalam peti mati, serta lubang makam juga terdapat berbagai artefak termasuk permainan kuno Senet, shabtis (patung kecil), patung dewa Ptah-Sokar dan bahkan kapak logam.
Selain itu, peneliti menemukan pula sebuah piramida yang memperingati seorang ratu yang identitasnya tak diketahui sebelumnya. Rencananya, beberapa peti mati dan barang antik yang ditemukan di lokasi penggalian akan dipamerkan di Grand Egyptian Museum di Giza tahun depan.
"Kami telah menemukan bahwa namanya adalah Nith dan dia belum pernah diketahui sebelumnya dari catatan sejarah. Sungguh menakjubkan untuk menulis ulang apa yang kita ketahui tentang sejarah dan menambahkan seorang ratu baru ke dalam catatan kita," pungkasnya.