Ahli Temukan Lubang Hitam Pemakan Bintang, Berapa Jaraknya dari Bumi?


Ahli Temukan Lubang Hitam Pemakan Bintang, Berapa Jaraknya dari Bumi?
Ahli menemukan lubang hitam yang telah memakan sebuah bintang. Foto: iStockphoto/Cappan
Proses ini mengubah bintang menjadi plasma panas panjang seperti spageti di sekitar garpu yang tengah dililit. Proses tersebut menyebabkan plasma berakselerasi, berputar menjadi pancaran energi dan materi yang sangat besar yang menghasilkan kilatan terang yang khas.

Para astronom kemudian dapat mendeteksi kilatan ini menggunakan teleskop optik, sinar-X, dan gelombang radio, menurut laporan Live Science.

Lubang hitam yang baru terlihat itu terbilang langka karena berukuran sedang, termasuk dalam kategori lubang hitam dengan massa antara 100 hingga 10.000 kali massa matahari.

Para ilmuwan percaya singularitas menengah ini melahap gas, debu, bintang, dan bahkan lubang hitam lainnya berubah menjadi lubang hitam supermasif.

Lubang hitam supermasif yang seringkali berukuran jutaan atau bahkan milyaran kali lebih masif dari matahari, bertindak sebagai jangkar untuk materi panjang yang berputar-putar di orbit sekitar mereka, tetapi apakah mereka benar-benar berasal dari lubang hitam masih harus dikonfirmasi.

Satu teori menunjukkan alam semesta awal dipenuhi dengan galaksi kerdil yang tumbuh dari lubang hitam menengah, dan akhirnya bergabung menjadi galaksi yang lebih besar dan lubang hitam yang kita lihat sekarang.

Untuk melihat apakah teori ini layak, astrofisikawan perlu menjabarkan berapa banyak lubang hitam kelas menengah yang ada.

"Jika kita dapat memahami populasi lubang hitam bermassa menengah di luar sana - berapa banyak dan di mana lokasinya - kita dapat membantu menentukan apakah teori kita tentang pembentukan lubang hitam supermasif benar," kata Enrico Ramirez-Ruiz, astronom dan astrofisika di University of California Santa Cruz.

Penulis
: Faeza
Editor
: La Tansa

Tag: