jaringberita.com - Gempa dengan magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki pada Senin (6/2) berdampak dahsyat dan sangat merusak. Apa sebabnya?
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan ada lima alasan gempa Turki sangat destruktif. Pertama adalah magnitudo gempa yang tergolong besar yakni 7,8.
Kedua, gempa terjadi di kerak dangkal. Ketiga, ada tiga gempa besar yakni magnitudo 7,8, 6,7, dan 7,5. "(4) Waktu gempa pagi hari pkl 4 bnyk warga dirumah, masih tidur," tulis Daryono lewat akun Twiternya @DaryonoBMKG.
Daryono juga mengungkapkan, empat kota besar yang mengelilingi gempa juga mengakibatkan dampak dahsyat. "(4) pust gempa dikelilingi 4 kota besar: Gaziantep, Kahramanmaras, Pazarick, & Nurdagi," tulisnya.
Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 7,8 terjadi di Turki pada Senin (6/2) dan mengakibatkan 500 korban jiwa dan 3000 orang luka-luka. Selain Turki, beberapa negara seperti Suriah, Lebanon, dan Israel juga terdampak.
Kedalaman gempa yang terjadi pada Senin (6/2) pukul 01.17.36 GMT(pukul 08.17.36 WIB) ini mencapai 24,1 kilometer.
Dikutip dari New York Times, lembaga pemantau geologi AS (USGS) mencatat ada 24 gempa susulan setelah gempa utama di Turki. Pusat gempa terjadi kira-kira di sepanjang Patahan Anatolia Timur (East Anatolian Fault).
Seismolog USGS, Susan Hough dalam twitnya mengatakan, gempa berdampak mematikan dan luas karena lokasi dan kedalamannya yang dangkal.
"Dunia telah melihat magnitudo yang lebih besar dari [gempa] ini selama 10-20 tahun terakhir," kicaunya.
"Tetapi gempa yang dekat dengan M8 tidak umum terjadi pada sistem patahan sesar dangkal, dan karena kedekatannya dengan pusat populasi dapat sangat mematikan."