2 Ledakan Maha Dahsyat di Bumi Ternyata Berasal dari Indonesia


2 Ledakan Maha Dahsyat di Bumi Ternyata Berasal dari Indonesia
istimewa
Danau Toba menurut teori berasal dari ledakan maha dahsyat yang berlangsung 70 ribu tahun yang lalu.

jaringberita.com - Ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang ternyata bukan yang terbesar dalam sejarah. Malah, dua ledakan yang terbesar justru berasal dari Indonesia.

Jatuhnya asteroid hingga pengembangan senjata nuklir, beberapa ledakan besar telah muncul di Bumi. Tapi ledakan terbesar di Bumi bervariasi menurut skala yang dipertimbangkan, dari yang diciptakan manusia hingga ledakan dari batuan luar angkasa raksasa.

Ledakan terbesar yang disebabkan manusia dalam catatan sejarah pernah terjadi akibat senjata super Soviet yang disebut Tsar Bomba. Senjata termo nuklir itu dijatuhkan Uni Soviet pada 1961 di daerah terpencil di kepulauan Novaya Zemlya.

Bom tersebut meledak dengan kekuatan 50 hingga 60 megaton TNT, membuatnya menjadi ledakan nuklir terbesar sepanjang sejarah. Bom ini memiliki kekuatan 3300 kali dari bom Little Boy yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang. "Bola apinya, jauh lebih lebar daripada area kerusakan yang terjadi di Hiroshima," kata George William Herbert, profesor di the James Martin Center for Nonproliferation Studies.

Sedangkan, melansir Live Science, ledakan terbesar yang berasal dari permukaan Bumi terjadi ketika gunung berapi purba di Toba --yang kini menjadi danau Toba-- meledak 70 ribu tahun yang lalu. Setelah itu disusul ledakan Gunung Tambora yang terjadi pada 1815.

Ledakan gunung Toba berada pada angka 9 pada indeks ledakan gunung berapi (VEI). Menurut ahli vulkanologi Universitas Negeri Oregon, Shanaka de Silva, ledakan gunung Toba setara dengan ratusan ribu hingga jutaan megaton TNT.

Erupsi gunung Toba pun diduga menyebabkan level pendinginan global yang ekstrem sehingga berdampak kepada musim panen. Saking besarnya, kekuatan seismik ledakan gunung Toba menyebabkan erupsi lain berkekuatan 9 VEI di daerah yang kini menjadi Guatemala.

Penulis
: CNN Indonesia
Editor
: La Tansa

Tag: