6 Tips Membeli Rumah yang Wajib Dicek agar Tidak Menyesal
Membeli rumah bukan hanya soal melihat ukuran kamar, kondisi atap, atau apakah dapur dan kamar mandi sudah direnovasi. Ada sejumlah hal pent
Lifestyle 11 Sep 2026
jaringberita.com -Krisis iklim dan pemanasan global berpotensi mengubah kehidupan banyak makhluk di Bumi. Simak daftar dampak kedua hal tersebut berikut ini.
Suhu dalam delapan tahun terakhir menjadi yang terpanas dalam sejarah. Meningkatnya konsentrasi polusi yang memanaskan planet membuat dunia meluncur menuju titik kritis iklim yang tidak dapat diubah.
Akibatnya, beberapa spesies dan ekosistem yang paling ikonik mungkin tidak lagi dapat diselamatkan. Dilansir CNN, paling tidak ada 16 spesies dan lanskap yang berisiko hilang karena pemanasan global yang akhirnya mencairkan es di kutub Bumi dan meningkatkan permukaan air laut.
Spesies dan lanskap tersebut tersebar di hampir seluruh belahan dunia. Berikut daftar lengkapnya.
Panda
Panda hidup di hutan dan pegunungan di China. Menjadi simbol nasional negara tersebut, panda termasuk hewan yang rentan terhadap krisis iklim.
"Panda telah berada dalam masalah besar karena populasi mereka terisolasi dan kecil. Perubahan iklim bisa mengancam mereka dan membuat keadaan memburuk," kata Profesor Ekologi Konservasi Duke University, Doris Duke.
Selain perubahan iklim, panda juga terancam karena perburuan liar dan habitat yang hancur.
Beruang Kutub
'Saudara jauh' Panda, beruang kutub juga terancam perubahan iklim. Es yang mencair karena perubahan iklim membuat beruang kutub kehilangan sumber makanan.
Beruang kutub tinggal di Kutub Utara tepatnya di lingkaran Arktik. Kawasan tersebut merupakan salah satu yang paling terdampak perubahan iklim.
Tercatat, suhu di lingkaran Arktik menghangat empat kali lebih cepat daripada wilayah lain di Bumi. Peningkatan suhu itu membuat lapisan es dan gletser mencair dan meningkatkan permukaan air laut.
Kopi Arabika
Bukan hanya hewan, sejumlah tanaman seperti kopi pun tak luput dari perubahan iklim. Salah satunya bisa dilihat di daerah Minas Gerais, Brasil yang merupakan wilayah penghasil kopi terbesar di dunia.
Jika suhu global meningkat, jumlah lahan yang pas untuk menanam kopi di Minas Gerais bisa menyusut dari 70 persen ke 20 persen. Selain di MinasGerais, sejumlah daerah produsen kopi dunia seperti Vietnam, Indonesia, dan Kolombia juga terdampakperubahan iklim.
Peningkatan temperatur dapat menyusutkan wilayah terbaik untuk menanam kopi sebanyak 50 persen pada 2050.
Pohon Baobab Madagaskar
Peningkatan suhu dapat secara signifikan mengurangi habitat beberapa spesies baobab Madagaskar pada akhir abad ini. Studi terbaru lainnya memperkirakan bahwa spesies baobab yang paling tersebar luas di Madagaskar akan kehilangan lebih dari 40% habitatnya karena perubahan iklim.
"Baobab adalah spesies kunci, yang berarti semua spesies lain ini bergantung padanya," kata Kristina Douglass, associate professor di Columbia Climate School.
"Kami sering berpikir bahwa 1 derajat [dari] pemanasan terdengar seperti hal yang sangat kecil, tetapi itu sebenarnya cukup untuk mengubah ekosistem menjadi keadaan yang benar-benar berbeda." katanya.
Kupu-kupu Raja Meksiko
Selama bertahun-tahun, para pakar menemukan perubahan iklim ternyata mengubah dramatis kebiasaan kawin dan pola migrasi kupu-kupu raja Meksiko. Akibatnya, ada penurunan signifikan dalam populasi hewan tersebut.
Selain itu kekeringan, embun beku, dan panas di seluruh benua membunuh milkweed, sumber makanan kupu-kupu raja, dan mengurangi habitatnya.
"Saat ini di Meksiko, kita sedang menyaksikan dampak perubahan iklm," kata Eduardo Rendon-Salinas, Kepala Program Kupu-kupu Raja WWF Meksiko.
Harimau Bengal
Habitat Harimau Bengal di India dan Bangladesh tepatnya di daerah Sundarbans terancam oleh perubahan iklim karena hanya berada beberapa kaki di atas permukaan laut. Selain itu, daerah habitatnya juga sering dihantam badai dan siklon.
Peningkatan air laut pun mengancam habitat harimau bengal. Pasalnya, air asing merusak tanaman dan menghilangkan sumber makanan hewan buruan harimau tersebut.
"Kecuali ada perubahan signifikan, kita mungkin akan kehilangn salah satu habitat utama harimau bengal," kata Sharif Mukul, associate professor United International University Bangladesh.
Great Salt Lake
Danau Great Salt di Amerika Serikat berpotensi hilang dalam lima tahun ke depan karena perubahan iklim. Pasalnya, kondisi danau itu sangat kritis akibat penggunaan berlebihan dan kekeringan yang terjadi.
Danau Great Salt saat ini telah memasuki "wilayah yang belum dipetakan", menurut laporan yang mengerikan baru-baru ini. Itu setelah danau tersebut kehilangan lebih dari 70% airnya dan mengekspos 60% dasarnya.
Sungai Colorado
Selain Great Salt, Sungai Colorado terancam kehilangan airnya. Padahal, Sungai ini menyuplai air ke 40 juta orang dan mengairi lebih dari 5 juta hektar lahan pertanian di AS.
Sungai Colorado memiliki Bendungan Hoover (Hoover Dam) dan danau buatan manusia, Lake Mead. Danau Mead merupakan reservoir air buatan manusia terbesar yang menjadi sumber tenaga Hoover Dam.
Namun saat ini, kondisi danau tersebut memprihatinkan. Pasalnya, danau itu tengah berada di titik terendah sejak diisi air pada 1930an.
"Jika kita terus melihat temperatur yang kering dan panas seperti ini, kita bisa memprediksi adanya sungai besar yang hilang," kata Direktur Kyle Center for Water Policy Arizona State University, Sarah Porter.
Burung Puffin Atlantik
Burung Puffin Atlantik merupakan salah satu hewan penghuni Islandia. Para pakar menemukan, kehidupan burung ini terancam oleh peningkatan suhu air laut.
Pasalnya, suhu air yang meningkat akan menghilangkan ikan yang menjadi sumber makanan mereka. Alhasil, burung puffin harus terbang lebih jauh untuk mencari makanan.
Selain peningkatan suhu air laut, burung puffin juga terancam karena polisi dan penangkapan ikan yang berlebihan.
Pulau-pulau Kecil di Pasifik
Peningkatan level air laut berpotensi menenggelamkan pulau-pulau kecil di Samudra Pasifik. Bukti nyata sudah terlihat di Kiribati, yang terdiri dari 33 pulau kecil.
Banyak penduduk di wilayah tersebut mengungsi dan terpaksa meninggalkan rumah karena pulau yang berpotensi tenggelam.
"Kita sedang melihat kehidupan laut tidak lagi ada, pemutihan karang, peningkatan air laut yang mencapai permukaan, dan sungai yang kering," kata Itinterunga Rae Bainenti dari Kiribati Climate Action Network.
Membeli rumah bukan hanya soal melihat ukuran kamar, kondisi atap, atau apakah dapur dan kamar mandi sudah direnovasi. Ada sejumlah hal pent
Lifestyle 11 Sep 2026
ASUS TUF Gaming 16 (FX610) menjadi salah satu laptop gaming ASUS yang menawarkan kombinasi prosesor Intel Core HX Generasi ke14 dan GPU NVI
Berita 11 Sep 2026
Apple akhirnya resmi memasuki pasar smartphone lipat dengan menghadirkan iPhone Duo, perangkat foldable pertama dalam lini iPhone. Berbeda d
Lifestyle 11 Sep 2026
Panduan renovasi dapur 2026 cara menentukan anggaran, tata letak, material, peralatan, gaya, hingga detail akhir agar fungsional dan cantik
Lifestyle 09 Sep 2026
OPPO A7 Pro resmi meluncur di China dengan baterai 8.000 mAh, layar OLED 120Hz, kamera 50MP, Dimensity 6360 Max, dan harga Rp5 jutaan.
Lifestyle 09 Sep 2026
Mitsubishi Pajero 2026 kembali dengan dimensi lebih besar, mesin diesel 2.4L 480 Nm, transmisi 8AT, dan fitur MIPILOT. SUV 7seater siap ta
Berita 04 Sep 2026
Harga kripto 4 September 2026 Bitcoin naik 4,44 ke US80.872, Zcash melonjak 14,54. Simak pergerakan ETH, BNB, XRP, SOL, dan kripto top l
Ekonomi 04 Sep 2026
Acer Aspire 7 Pro 2026 dengan Intel Core 5 210H, RTX 3050, RAM 16 GB, SSD 512 GB. Laptop produktivitas dan gaming kasual harga Rp13 jutaan.
Lifestyle 04 Sep 2026
Cara klaim DANA Kaget 2026 dengan aman, mulai dari membuka link hingga cek syarat. Simak panduan dan tips menghindari tautan palsu DANA.
Lifestyle 02 Sep 2026
Puluhan ribu orang mendesak Pemerintah Indonesia menghentikan ekspor monyet ekor panjang atau Macaca fascicularis untuk kepentingan peneliti
Nasional 02 Sep 2026