Tukar Baterai Motor Listrik Cuma 1 Menit


Tukar Baterai Motor Listrik Cuma 1 Menit

Dengan semakin banyaknya jumlah SPBKLU, ia berharap, dapat mendukung terbangunnya ekosistem kendaraan listrik guna mempercepat transisi energi bersih di Tanah Air.Pasalnya, dari sisi emisi, sektor transportasi menyumbang 280 juta ton CO2e (Carbon Dioxide equivalent) per tahun.

Jumlah ini, kata dia seperti dilansir dari RM.id, menjadi salah satu penyumbang emisi karbon dan beban subsidi tertinggi di Indonesia. Jika dibiarkan tanpa intervensi, maka pada tahun 2060 akan menjadi 860 juta ton CO2e.

Penggunaan kendaraan listrik dipastikan lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan BBM (Bahan Bakar Minyak). Ia menuturkan, dari perhitungan 1 liter BBM sama dengan 1,2 kWh (kilowatt hour) listrik. Lalu, emisi karbon satu liter BBM sebesar 2,4 kilogram (kg).

Sedangkan 1 kWh listrik pada sistem kelistrikan di Indonesia, emisinya hanya sekitar 0,85 kg CO2e. Artinya, sambung dia, kalau 1,2 kWh, emisinya sekitar 1,1 kg CO2e.

“Dengan menggunakan kendaraan listrik, maka kita sudah menjadi bagian dalam mengurangi emisi karbon lebih dari 50 persen,” katanya.

Perum Damri menyatakan mendukung program energi bersih. Oleh karena iu, Damri meresmikan pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor Cabang DAMRI Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (12/10).

Corporate Secretary Damri, Akhmad Zulfikri mengatakan, SPKLU ini hasil kerja sama Damri dengan PLN dan TEB untuk mendukung program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Tujuannya, agar mampu mendorong penciptaan industri yang tidak hanya berteknologi dan bernilai tambah tinggi tetapi berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan.

“SPKLU ini memiliki kapasitas pengisian sebesar 200KW (kilo watt) dengan type Gun CCS2, seperti standar yang digunakan pabrikan mobil listrik. Tarif yang dikenakan untuk pengisian di SPKLU DAMRI sebesar Rp 2.466 per KWh,” bebernya.

Menanggapi ini, Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyambut positif upaya PLN dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dalam mempercepat infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Sebab, investasi yang dibutuhkan tak sedikit untuk menyediakan infrastruktur energi bersih.

“Membangun ekosistem kendaraan listrik memang mesti bertahap. Misal PLN, sudah bangun SPBKLU-nya, lalu di-support dengan aplikasi, teknologi, jadi makin memudahkan penggunanya,” katanya.

Ia optimistis, ke depannya ekosistem kendaraan listrik makin terbentuk. Apalagi diikuti dengan pengelolaan nikel, produksi baterai yang makin banyak, dan infrastruktur pengisian baterai yang kian merata.

Ia berharap, sumber energi listrik yang dihasilkan PLN juga bersumber dari energi bersih.

“Kita tahu, sekarang kan masih banyak pembangkit listriknya menggunakan batubara. Jadi harapannya, dari hulu sampai ke hilir benar-benar bisa menggunakan energi bersih,” pungkasnya


Tag: