jaringberita.com -Kementerian Agama mempercepat pelaksanaan Program Kampung Zakat bagi masyarakat yang tinggal di pelosok. Upaya ini diyakini efektif untuk mengentaskan kemiskinan sekaligus peningkatan ekonomi umat.
Salah satunya, di Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Desa ini hanya dapat diakses dengan kapal selama 4 jam setengah dari Batam maupun Pekan Baru Riau.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor mengatakan, Program Kampung Zakat merupakan upaya negara dalam meningkatkan perekonomian umat melalui optimalisasi dana zakat.
Tarmizi mengatakan, LaZ Assalam Fil Alamin hadir memberikan bantuan kepada siswa siswi kurang mampu kepada Madrasah Aliyah MTSN, MI dan RA juga memberikan bantuan mesin mie sagu untuk pemberdayaan ekonominya.
Menurut Tarmizi, seperti dilansir dari RM.id, dana zakat harus mampu dioptimalkan sebagai instrumen pembangunan berbasis wilayah, khususnya di daerah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal.
Tambah Tarmizi, kalau zakat hanya digunakan untuk memberi sembako saja, angka kemiskinan tidak akan berkurang di Indonesia.
Untuk itu, katanya, harus ada upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi dana zakat, salah satunya Program Kampung Zakat.
Putra asli Kepulauan Meranti ini menjelaskan, pengembangan Program Kampung Zakat harus disesuaikan dengan potensi sumber daya alam yang ada.
Dia mencontohkan di Desa Sungai Cina Kepulauan Meranti mempunyai perkebunan sagu, karet, dan kelapa yang berpotensi meningkatkan perekonomian warga setempat. Namun memang harus dibantu agar mampu bersaing di pasar nasional.
Lebih lanjut, Tarmizi menyebut kondisi kemiskinan menjadi tantangan negara yang dapat diatasi dengan menyempurnakan tata kelola zakat. Adapun caranya antara lain berorientasi pada peningkatan kesejahteraan umat melalui program-program kreatif dan inovatif.
Ditegaskan, kalau program Kampung Zakat sebenarnya telah dijalankan sejak tahun 2018-2022, melibatkan 27 Baznas dan 25 LAZ, dan hari ini di Kepulauan Meranti, genap 19 titik.
Program ini diharapkan dapat menarik para muzaki potensial untuk membayar zakat. Karena dinilai tidak sungkan membantu setelah melihat hasil nyata meningkatnya perekonomian umat daerah melalui kampung zakat.
Untuk menunjang program kampung zakat ini, pihaknya menggelontorkan dana ratusan juta rupiah untuk membeli bibit ikan, pembangunan masjid dan mushola, sembako serta perlengkapan sholat. Sementara Laz As Salam Fil memberikan bantuan beasiswa bagi siswa sekolah dan UMKM sebesar puluhan juta rupiah.
Dalam blusukannya ke Desa Sungai China yang berada di pelosok Kepulauan Meranti, Tarmizi Tohor didampingi oleh Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat-Wakaf, Andi Yasri, Kasubdit Edukasi, Inivasi dan Kerjasama Zakat-Wakaf, Wida Sukmawati serta Kasubdit Akteditasi Lembaga Zakat, Muhibuddin.
Senada dikatakan Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat-Wakaf, Andi Yasri. Ia mengatakan, Program Kampung Zakat telah terbukti mengakselerasi taraf hidup dan ekonomi umat.
Melihat fakta inilah, Pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Kampung Zakat di 514 kabupaten kota, sebagai langkah yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.