jaringberita.com -Semoga pertemuan KTT G20 membawa hasil konkret bagi masyarakat dunia, khususnya Indonesia. Terlebih di tengah berbagai tantangan, mulai dari konflik geopolitik maupun isu kerawanan pangan.
Ekonom INDEF Andry Satrio Nugroho mengatakan, dalam working group pertanian G20, sudah dibahas beberapa hal krusial tentang pangan dunia.
Dari pertemuan tersebut, Agriculture Working Group G20 sepakat mempromosikan terciptanya sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh.
Beberapa inisiatif global telah diluncurkan oleh organisasi regional, internasional, dan bahkan secara mandiri oleh beberapa negara untuk menghadapi permasalahan ketahanan pangan.
Seperti the UN Global Crisis Response Group (GCRG), the G7 Global Alliance for Food Security (GAFS), the Global Agriculture and Food Security Program (GAFSP), International Finance Institutions Action Plan, dan Global Development Initiative.
Lebih lanjut, dia mendorong organisasi internasional terkait untuk memonitor implementasi hasil hasil kesepakatan tadi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, Indonesia akan menjadi perhatian dunia dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali, pada 15-16 November. Hal itu tidak terlepas dari performa perekonomian Indonesia dalam kondisi yang baik untuk memimpin G20.
Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan, ekonomiIndonesia tumbuh impresif sebesar 5,72 persen year on year (yoy) pada Kuartal III-2022, saat G20 Indonesia berlangsung.
Pemerintah juga berhasil menekan tingkat inflasi menjadi 5,7 persen. Selain itu, Indonesia juga akan memegang keketuaan ASEAN.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, capaian Indonesia itu membuktikan ekonomi lebih resilien dibanding negara maju atau negara besar lain. Meski demikian, Faisal menekankan lebih mewaspadai masa selanjutnya.