jaringberita.com -
Benua
Eropa
dinyatakan
resmi
memasuki
jurang
resesi
usai
produk
domestik
bruto
(PDB)
mereka
tercatat
mengalami
penurunan
0,1
persen
pada
kuartal
pertama
2023.
Resesi itu terjadi lantaran dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi 20 negara yang berada dalam zona Euro itu negatif.
Kepala Ekonom Eropa di Capital Economics Andrew Kenningham mencatat belanja konsumen saat ini terbebani oleh kombinasi data ekonomi yang buruk. Ia menyebut inflasi masih tinggi diiringi kenaikan suku bunga yang tiada henti.
"Kami menduga ekonomi akan berkontraksi lebih jauh selama sisa tahun ini," katanya, dikutip dari CNNI, Kamis (8/6/2023).
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sempat memproyeksi Amerika Serikat dan Eropa memang masih diselimuti ancaman resesi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi negara-negara maju masih lambat.
Ia memproyeksi pertumbuhan ekonomi global hanya 2,7 persen pada tahun ini. Bahkan, angka tersebut diprediksi cuma naik 0,1 persen ke 2,8 persen di 2024.
"Kalau kita lihat negara maju memang tahun ini pertumbuhannya rendah hanya 1,1 persen, baik di AS 0,9 persen dan kawasan Eropa 0,8 persen. Bahkan, di kedua negara ini risiko resesi masih berlangsung," ungkapnya dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2023).
Kendati, Perry mengatakan ekonomi negara maju masih punya harapan membaik tahun depan. Ia menyebut perekonomian AS setidaknya bisa menyentuh 0,9 persen dan Eropa berada di angka 1,2 persen di 2024.