Program Food Estate Bawa Berkah Bagi Petani dan Buruh Tani


Program Food Estate Bawa Berkah Bagi Petani dan Buruh Tani
Istimewa
Elizabeth Purba (Kanan) bersama Nurhaty Siregar (kiri) saat melakukan panen kentang di Food Estate
jaringberita.com - Program Lumbung Pangan Nasional atau Food Estate (FE) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa nikmat bagi masyarakat khususnya di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, di Humbang Hasundutan (Humbahas).

Seorang buruh tani di desa tersebut, Elizabeth Purba mengatakan, sebelum program FE dirinya bersama suaminya hanya menerima upah Rp70 ribu perhari, itupun menurutnya pekerjaan tidak menentu, karena dalam sebulan kadang hanya beberapa hari bekerja.

"Sebelum ada program ini, upah kami sebagai buruh tani hanya 70 ribu rupiah, itupun tidak menentu, dalam sebulan hanya dipanggil untuk bekerja beberapa kali saja," ujarnya.

Namun, setelah program FE ini dibuka, Elizabeth menuturkan dirinya beserta suaminya mendapatkan lapangan pekerjaan, dengan upah kerja 80 ribu rupiah perhari dan bekerja selama 20 hari dalam sebulan.

"Semenjak ada program ini, saya dan suami saya sudah merasakan peningkatan penghasilan. Kita bekerja juga penuh mulai dari pengolahan lahan, pemupukan sampai panen, rata-rata kami bekerja 20 hari dalam sebulan, bahkan bisa penuh selama sebulan jika tidak ada halangan," jelasnya.

Selain memiliki lapangan pekerjaan, Elizabeth meluapkan rasa syukurnya atas adanya program FE, kurang lebih setahun bekerja sebagai buruh tani di lokasi FE, dirinya bisa terbantu untuk membangun rumah.

"Selama sekitar setahun bekerja sebagai buruh tani disini, puji Tuhan kita sudah bisa membangun rumah sederhana," katanya.

Sementara itu, Nurhaty Siregar (58) seorang petani dan pemilik lahan di lokasi FE, asal Dusun II, Desa Riaria, mengatakan, setelah dirinya ikut program FE, bisa membantu desanya untuk menciptakan lapangan pekerjaan dengan menpekerjakan 9-10 orang perhari dengan upah 80 ribu rupiah.

Dulu, kata Nurhaty dirinya hanya mengharapkan penghasilan sebagai pemilik warung di rumahnya. Tapi setelah FE dibuka, dirinya ikut melakukan pertanian di lokasi tersebut dan dapat meningkatkan roda perekonomian keluarganya.

"Bukan hanya itu, saya juga bisa membantu masyarakat sekitar di Desa saya untuk membuka lapangan kerja sebagai buruh tani, mereka saya pekerjakan 9-10 orang perharinya dengan upah 80 ribu rupiah," tambahnya.

Penulis
: Trendy
Editor
: Nata

Tag: