Pasar Keuangan Gundah Jelang Testimoni Gubernur Bank Sentral AS


Pasar Keuangan Gundah Jelang Testimoni Gubernur Bank Sentral AS
istockphoto
Ilustrasi

jaringberita.com - Rilis data cadangan devisa pada hari Selasa (7/3/2023) mendatang akan membuka perdagangan.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin mengatakan, dana cadangan devisa pada dasarnya akan memberi pengaruh besar bagi kinerja mata uang rupiah, ditambah lagi bakal ada testimoni yang akan disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell.

"Nah testimoni tersebut tentu menjadi sangat krusial bagi kinerja pasar keuangan selama sepekan," ungkapnya, Minggu (5/3/2023).

Menurutnya, pasar keuangan akan sangat menanti apa yang akan di ambil oleh Gubernur Bank Sentral AS nantinya dan dijadikan acuan dalam menentukan kinerja pasar keuangan selanjutnya.

"Karena setelah testimoni akan ada beberapa data penting yang akan dirilis," jelasnya.

Seperti estimasi pertumbuhan ekonomi Eropa secara tahunan yang diproyeksikan turun, rilis pertumbuhan ekonomi Inggris bulan Januari diproyeksikan masih akan tumbuh negatif.

Gunawan menyebutkan, yang tak kalah penting di akhir pekan nanti akan ada rilis data penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian AS yang diproyeksikan akan menyerap tenaga kerja lebih kecil dibandingkan dengan periode sebelumnya.

"Jadi sebelum testimoni Gubernur Bank Sentral AS, pelaku pasar akan lebih banyak mengambil sikap wait and see terlebih dahulu. Pasar keuangan baik itu Rupiah dan IHSG berpeluang bergerak sideways dengan kecenderungan melemah," terangnya.

Selanjutnya setelah testimoni, pasar akan sangat bergantung dari apa yang disampaikan dalam testimoni itu sendiri. Gunawan mengatakan, kalau masih bernada hawkish dan memberikan gambaran hingga di berapa suku bunga nantinya akan ditetapkan, maka ini bisa menjadi keuntungan bagi harga emas termasuk Rupiah dan IHSG.

"Akan tetapi jika nada hawkish dengan gambaran yang kurang jelas sampai dimana titik teratas bunga acuan nantinya, maka ini bisa menjadi gambaran yang kurang baik bagi pasar keuangan maupun harga emas," bebernya.

Jadi, sambungnya, ketidakpastian masih menyelimuti pasar keuangan secara keseluruhan. Terlebih jika data penyerapan tenaga kerja AS nantinya melampaui ekspektasi.

"Jadi di pekan ini jika data ekonomi AS memburuk bisa menjadi kabar baik bagi pasar keuangan, namun bisa berubah menjadi tekanan jika merealisasikan sebaliknya," imbuhnya.

Gunawan menambahkan, untuk IHSG dia menilai potensi koreksi bisa saja terjadi terlebih jika mampu menembus level psikologis 6.800 dengan resisten paling dekat di level 6.785. Sementara mata uang rupiah akan bergerak dalam rentang 15.200 hingga 15.350 per US Dolarnya.

"Untuk harga emas masih akan bergerak dalam rentang $1.800 hingga $1.850 per ons troy," pungkasnya.

Editor
: Nata

Tag: