jaringberita.com - Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Apindo Ajib Hamdani mengungkapkan bahwa ada kondisi yang menjadi tantangan ekonomi Indonesia di 2023. Terdapat 2 hal yang perlu dicermati. Pertama dari sisi pemerintah dan kedua dari sisi dunia usaha.
"Dari sisi pemerintah, ada 2 hal yang perlu dimitigasi dengan baik. Pertama adalah kondisi ruang fiskal yang terbatas untuk bisa mengagregasi pertumbuhan ekonomi," ujar Ajib dalam keterangannay dikutip dari Okezone, Sabtu (30/12/2022).
Dia menyebut pemerintah sudah tidak bisa menggunakan instrumen Undang-undang Nomor 2 tahun 2020 tentang Sistem Stabilitas Keuangan Menghadapi Pandemi, sehingga pemerintah harus kembali menyusun struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maksimal defisit 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Pemerintah harus lebih prudent dalam mengalokasikan belanja dan jeli membuat target penerimaan negara," ungkapnya.
Kedua, Ajib mengingatkan bahwa pemerintah harus hati-hati mengelola kondisi sosial masyarakat, karena tahun 2023 sudah mulai berjalan agenda politik. Sehingga dibutuhkan stabilitas sosial maupun politik, yang menjadi prasyarat agar investasi bisa mengalir dengan lancar.
Target investasi tahun 2023 sebesar Rp1.400 triliun adalah target yang cukup menantang ketika Indonesia memasuki tahapan politik menjelang pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).
Tantangan sisi kedua, sebut dia, adalah sisi dunia usaha dan masyarakat.
"Paling tidak ada 4 hal yang perlu dimitigasi dengan baik agar ekonomi bisa berjalan baik di tahun 2023 nanti. Pertama adanya pelemahan daya beli masyarakat," ucap Ajib.