Harga Bawang Putih Meroket, Daya Beli Petani Hancur Karena Harga Cabai Masih Terbenam


Harga Bawang Putih Meroket, Daya Beli Petani Hancur Karena Harga Cabai Masih Terbenam
one

Penurunan harga cabai tersebut telah membenamkan daya beli petani cabai. Dimana nilai tukar petani cabai yang masuk dalam sub sektor tanaman hortikultura (NTPH), mengalami penurunan nilai tukar sebesar 3.48% pada bulan april kemarin.

Saat ini, seperti diterima redaksi dalam relis Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin kalau indeks NTPH berada di level 83.66 dari posisi bulan maret yang sebesar 86.67. Nilai indeks yang kian menjauh dari angka 100 kian mempertegas bahwa petani tanaman hortikultura daya belinya kian terpukul, seiring dengan harga jual panen yang memburuk.

Tidak ubahnya dengan harga cabai, harga sawit yang tercermin dari harga CPO belakangan ini juga mengalami penurunan yang cukup tajam. Sejumlah petani sawit sudah mengeluhkan penurunan harga TBS yang di mulai dibawah Rp. 2.000 per Kg nya. Sementara, harga CPO saat ini ditransaksikan dikisaran level 3.700-an ringgit per ton. Setelah sebelumnya (awal bulan ini) sempat terpuruk hingga kelevel 3.196 ringgit per tonnya.

Sisi positif dari penurunan harga CPO tersebut adalah terjadi penurunan pada harga minyak goreng. Berdasarkan PIHPS hari ini harga minyak goreng dijual dikisaran 13.600 per Kg nya. Turun dari posisi rata rata sebelumnya di angka 14 ribu per Kg. Konsumen minyak goreng tentunya senang dengan kabar tersebut. Namun sudah pasti tidak dengan petani sawitnya.

Penulis
: jrb
Editor
: jrb

Tag: