jaringberita.com -Menteri BUMNErick Thohir menegaskan, pihaknya berkomitmen membantu masyarakat menghadapi masalah kenaikan harga pada beberapa bahan baku.
Dalam konteks ini, operasi pasar murah diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Sekaligus menjaga keseimbangan pasar. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan sembako dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Erick menyebut, saat ini, ketika tekanan dan gejolak ekonomi sedang tinggi, kita harus bersama-sama mengatasi kesulitan di masyarakat.
Dalam operasi pasar murah BUMN di GOR Purwakarta, masyarakat menukar kupon seharga Rp 55 ribu yang berisi paket sembako berisi 5 kg beras, 1 kg gula, dan 1 liter minyak goreng. Paket yang setara dengan harga Rp 90 ribu itu tersedia untuk 5 ribu kupon.
Di bazar UMKM yang terpusat, puluhan UMKM mendapat stand gratis untuk menjual produk makanan serta kerajinan lokal.BUMN juga memiliki sejumlah program lain untuk membantu masyarakat. Misalnya saja, program Makmur untuk meningkatkan produktivitas di sektor pertanian atau perkebunan.
Hingga Juli 2022, secara nasional, seperti dilansir RM.id, program Makmur telah terlaksana di atas lahan seluas 184.305 hektar. Atau 73 persen dari target 250 ribu hektar pada akhir tahun 2022, dengan jumlah petani binaan 94.431 orang.
“Saya optimistis, program-program BUMN akan membuka lapangan kerja, kesempatan berusaha, dan kemajuan UMKMPurwakarta. Agar warganya bisa lebih makmur dan maju,” tutur Erick
Operasi pasar murah BUMN bersama Pemda dan TNI-Polri, membantu dan berbagi ke masyarakat yang sudah mendukung pemerintah dan BUMN selama ini.
“Semoga, pasar murah ini dapat meringankan beban rakyat,” ujar Erick Thohir di acara Pasar Murah dan Bazar UMKM di GOR Purnawarman, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (23/9).
Dalam kegiatan yang dihadiri Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, dan melibatkan Bio Farma dan Perum Jasa Tirta II, Erick mengatakan, operasi pasar murah dan bazar UMKM yang digelar secara bersamaan, juga bertujuan meningkatkan geliat perekonomian daerah.
“UMKM sebagai ujung tombak ekonomi Indonesia juga menyediakan lapangan kerja. Karena itu, kami di pemerintahan siap membantu dan memberikan kemudahan usaha. Salah satunya, pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB). Agar mereka punya akses ke pemodalan dan juga pendampingan,” papar Erick.