Senin, 19 Oktober 2026

John Riady: Pandemic Fund Perkuat Industri Kesehatan Indonesia

- Rabu, 16 November 2022 10:00 WIB
John Riady: Pandemic Fund  Perkuat Industri Kesehatan Indonesia

Lebih lanjut John mengungkapkan, nilai tersebut sangat rendah, bahkan jika dibandingkan negara-negara lain di kawasan ASEAN. Padahal, sektor kesehatan salah satu tulang punggung kemajuan kualitas manusia sehingga diperlukan gerak cepat seluruh pihak.
Dalam jangka pendek, ketidaksiapan industri kesehatan di Indonesia sudah terbukti menguntungkan negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Australia.
Data yang dirilis Indonesia Services Dialog (ISD) menunjukkan, setiap tahun setidaknya orang Indonesia mengeluarkan uang Rp 100 triliun untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di luar negeri.
Selain itu, jumlah orang Indonesia yang berobat ke luar negeri meningkat hampir 100 persen dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Pada tahun 2006 terdapat 350.000 orang pasien asal Indonesia, tahun 2015 melonjak menjadi 600.000 pasien.
“Presiden Jokowi mengungkapkan keprihatinannya karena banyak orang Indonesia yang ke luar negeri. Bukan liburan, melainkan memilih berobat di luar negeri ketimbang di dalam negeri,” ujar dia.
Dikatakan, salah satu alasan pasien berobat ke luar negeri karena layanan kesehatan di Indonesia belum berkualitas. Sementara itu, dari sisi kuantitas, John mendapati data bahwa Indonesia hanya memiliki rasio ranjang 1,33 per 1.000 orang.
John mengungkapkan, hal itu dibuktikan SILO yang merupakan rumah sakit pertama bekerja sama dengan Gleneagle Hospital Singapore dan mendapatkan akreditasi Joint Commission International atau JCI. Akreditasi ini merupakan standar layanan kesehatan berkelas internasional.
Sejak 2011, Lippo Group bahkan telah mengoperasikan RS Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Building of Hope Siloam Semanggi yang merupakan rumah sakit khusus kanker kedua di Indonesia, setelah RS Kanker Dharmais.
Selain persoalan rumah sakit dengan layanan berkualitas, John melihat Indonesia masih menghadapi problem minimnya jumlah dokter.

Tags
beritaTerkait
Residivis Narkoba Kembali Di Ciduk Sares Narkoba Polres Labuhanbatu
Kapolri Harapkan Bali Jaga Indeks Persepsi Demokrasi
Penggunaan Media Sosial oleh Polri di Era Digital, Korsahli Polri Berikan Sosialisasi Kepada Anggota Polda Bali
Polri Lakukan Pendekatan Kolaboratif dalam Pengamanan KTT IAF Ke-2 di Bali
Bali Terapkan Rekayasa Lalin Selama Kegiatan KTT IAF ke-2-2 Mulai Besok
Apresiasi Pelaku Usaha Atas Pengamanan World Water Forum Ke-10 di Bali
komentar
beritaTerbaru