jaringberita.com -Perseteruan lahan kebun di Desa Penara, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), kian memuncah.
Pasca Pengadilan Negeri Lubuk Pakam melakukan penundaan eksekusi lahan disebut telah dikuasai masyarakat, pihak PTPN 2 terus melakukan penjagaan super ketat.
Ratusan karyawan dan Satpam kebun dikerahkan. Bahkan, pihak PTPN 2 kini meminta bantuan kepada aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Amatan di lapangan, selama dua hari berturut-turut Minggu dan Senin (29-30 Januari 23) ratusan karyawan PTPN2 tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan (SPP) ikut berjaga.
Pada hari ketiga, Selasa (31/1/23) penjagaan hanya dilakukan oleh petugas keamanan kebun saja.
Ada dua lokasi yang menjadi pengamanan dilakukan ekstra ketat oleh petugas.
Satu berada di perbatasan dengan Desa Perdamean, Kecamatan Tanjung Morawa dan satunya lagi berada persis di pinggir Jalan dari Bandara Kualanamu menuju Tanjung Morawa.
"Kita hanya diperintahkan berjaga di sini (Penara Kebun). Apapun yang terjadi akan kami hadapi. Karena PTPN2 tempat kami mencari nafkah,"ujar beberapa petugas security PTPN2 di Kebun Penara, Selasa (31/1/23) sore.
Kasubbag Komunikasi Perusahaan Rahmat Kurniawan yang dihubungi via seluler mengaku berada di Jogyakarta menuturkan kalau penjagaan HGU akan terus dilakukan.
"Areal Penara Kebun merupakan HGU aktif. Jangan sampai dikuasai oleh pihak-pihak tertentu dengan cara-cara yang salah,"jelas juru bicara PTPN2 tersebut.
Bahkan, petugas security PTPN2 kini dibantu TNI BKO untuk ditempatkan di sejumlah lokasi areal Penara Kebun.