jaringberita.com - Anggota SubBid Provost BidPropam Polda DIY,
Bripka Heri Prasetyo merelakan tunjangan kinerja (tukin) yang diterimanya tiap bulan sebesar Rp2,7 juta untuk operasional Taman Kanak-kanak Bumi Damai Indonesia di Dusun Krambil, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunungkidul.
Uang tukin Rp2,7 juta itu digunakan dengan rincian Rp2 juta untuk menggaji empat guru dan sisanya untuk operasional tiap bulan. Pasalnya, di TK yang Heri dirikan sejak Juli 2020 itu tidak memungut sepeserpun kepada orang tua murid alias gratis. Sebab di daerah pelosok jauh dari kota tersebut, masyarakatnya hidup dibawah garis kemiskinan.
Salah satu guru TK, Sugiati (52) menyebut sosok Heri memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Sebab, sebelum TK tersebut didirikan, Heri memang sering blusukan dari desa ke desa untuk bakti sosial dengan membagikan sembako kepada warga tak mampu.
"Dia tidak pernah membeda-bedakan agamanya apa, dia sangat toleran, bahkan di sini juga ada wihara, Pak Heri juga suka membantu," kata Sugiati kepada wartawan di TK Bumi Damai Indonesia, Selasa (20/6/2023).
Ihwal bagaimana Sugiati mengajar di TK tersebut, ketika mendengar dari kepala dusun, bahwa dibutuhkan tenaga pengajar. Padahal saat itu dirinya sudah mengundurkan diri dari TK lain, karena faktor sudah berumur.
Mendengar ada seorang polisi yang ingin mendirikan TK di Dusun Krambil, Sugiati mengamini. "Karena warga di sini tidak memiliki motor untuk mengantarkan anaknya ke TK yang jauh sekali. Kedua, tidak memiliki biaya, rata-rata bapak di sini buruh atau ibunya ada yang menjadi asisten rumah tangga di kota," ucapnya.
Dirinya membenarkan bahwa operasional untuk TK berasal dari tukin Bripka Heri. Menurutnya sangat luar, ada seorang polisi berjiwa besar dengan menyisihkan gajinya untuk membangun pendidikan anak agar mereka ketika di sekolah dasar sudah bisa baca dan menulis. "Alhamdulillah ketika lulusan dari TK ini, rata-rata yang rangking 1-10 lulusan TK Bumi Damai Indonesia," tandasnya.
"Pak Heri baru transfer Rp2,5 juta untuk kebutuhan anak-anak yang akan diwisuda dan juga untuk konsumsi," tutur Sugiati.
Apa yang diceritakan Sugiati dibenarkan oleh Bripka Heri. Saat memberikan bantuan sembako, ada aspirasi dari warga ingin ada sebuah TK di dusun itu. Lalu ia mencari sebuah bangunan untuk menjadi tempat anak-anak bermain dan belajar
"Jadi saya sewa, TK ini rumahnya ibu Ngadilah, tapi ibu Ngadilah rela jika rumahnya dijadikan tempat. Awalnya, katanya pakai saja, tapi saya pikir lebih baik sewa, kata ibu itu bayar seikhlasnya. Saya tanya-tanya berapa, akhirnya saya bayar Rp5 juta untuk 5 tahun," ucapnya.
Ketika ditanya, apakah istri Heri menyetujui uang tukin tersebut digunakan untuk operasional TK?, Ia mengatakan sang istri Anggie Rizky Amilia memang sudah mengetahui kegiatan sosialnya seperti membagikan sembako sejak 2018.
"Tiap sebulan sekali saya membagikan sembako 10 kantong ke dusun-dusun. Lalu saya ceritakan rencana bangun TK, kata dia Opo Meneh, saya bilang tukin Rp2,7 juta saya gunakan untuk dirikan TK, Sementara gaji pokok saya serahkan ke istri," ucap Heri seraya mengatakan istrinya juga bekerja di salah satu bank BUMN.