Anang berujar dengan adanya sarana yang modern ini, Brimob Polri bisa mengelola kemampuan para personel untuk menjadi terampil dan profesional. "Harapan kita semua bahwa Korps Brimob Polri bisa menjadi profesional dengan sarana yang bagus dan modern sehingga kepercayaan kepada kepolisian akan menjadi lebih baik lagi," tandasnya.
Wind tunnel yang dimiliki oleh Korps Brimob Polri, kata Komjen Anang terbesar se-Asia Tenggara. Pasalnya, bisa menampung sampai 10 penerjun untuk melatih keterampilannya. Senada dengan Dankor Brimob, mantan Kabareskrim Komje Ito Sumardi terkesima dengan sarana yang dimiliki Polri untuk penerjun.
Menurutnya saat Persatuan Terjun Payung Polri (PTPP) dibentuk, sarana yang dimiliki seadanya. "Jauh sarana yang sudah dilakukan saat ini luar biasa baiknya," ucapnya
"Saya bekas Dubes Myanmar, saya sudah mutar di negara-negara Asia Tenggara tidak ada satu pun yang bisa lebih baik termasuk fasilitas pendukung, saya jamin suatu saat warga luar pasti akan melhat fasilitas di sini. Kita perlu bangsa," ujar Ito.
Dalam kesempatan yang sama, Dankor juga meresmikan flat empat lantai pasukan respon cepat (PRC), rumah dinas perwira pertama (pama) dua lantai, rumah jabatan (rumjab) komandan detasemen (danmen) dan wakil komandan satuan pelatihan (wadansatlat) Korps Brimob Polri.
Penulis
: Yudha Marhaena S