Volume Kendaraan di Parapat Meningkat, Ini Yang Dilakukan Polres Simalungun


Volume Kendaraan di Parapat Meningkat, Ini Yang Dilakukan Polres Simalungun
Istimewa
Personel Polres Simalungun melakukan pengaturan lalulintas
jaringberita.com - Memasuki hari ketiga libur Idul Fitri jumlah kendaraan yang melintas di Kota Parapat, Simalungun mengalami peningkatan, Senin (24/3/2023).

Kapolres Simalungun AKBP Ronald F.C Sipayung mengatakan, bahwa pihaknya sejak hari pertama Idul Fitri sudah melakukan kegiatan antisipasi di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun.

"Mulai H+1 Lebaran tepatnya tanggal 23 kami Polres Simalungun sudah melakukan kegiatan antisipasi untuk wilayah yang ada di Simalungun terutama di Wilayah Wisata Parapat," ungkapnya.

Dia menjelaskan, antisipasi ini dilakukan karena merupakan daerah tujuan destinasi wisata yang cukup diminati oleh masyarakat.

"Karenanya mulai tanggal 23 kemarin kita menempatkan dan menebalkan kurang lebih 70 personel khusus wilayah Parapat dan sekitarnya, dimulai dari pengaturan Simpang Simarjarunjung sampai dengan perbatasan Toba," jelasnya.

Hal ini kata Ronald, dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat yang akan menikmati liburan termasuk yang mulai kembali ke daerah asal masing-masing melewati Parapat.

"Khusus untuk hari ini kita melihat begitu banyak kendaraan yang melintas di Kota Parapat meskipun cukup padat tetapi kendaraan-kendaraan tersebut bisa mengalir dengan kecepatan kendaraan 15 sampai 20 kilometer perjam," terangnya.

Ronald mengaku, pihaknya juga sempat melalukan beberapa rekayasa, salah satunya mengalihkan arus kendaraan dari simpang Palang untuk kendaraan yang berasal dari Siantar menuju Parapat maupun Toba.

"Itu semua kita alihkan melalui Simpang Palang sehingga yang melalui jalur Parapat ini adalah semua kendaraan yang dari arah Kabupaten Toba yang akan menuju Parapat maupun yang akan menuju Kota Pematangsiantar," terangnya.

Selain itu di depan Polsek Parapat, tepatnya di depan Pos Pelayanan Pantai Bebas Parapat, juga dilakukan pengalihan arus lalu lintas, di mana kendaraan-kendaraan yang datang dari arah Simpang Simarjarunjung dibelokan memasuki Jalan Anggarajim Parapat dan kemudian masuk ke jalan utama dari samping SPBU yang kemudian kembali bergabung ke Jalan Sisingamangaraja.

Selanjutnya, di dalam Kota Parapat sendiri ada beberapa titik-titik penggal jalan yang ditutup dan hanya bisa digunakan untuk bagi pejalan kaki.

"Termasuk kendaraan-kendaraan besar, bus tidak diperbolehkan masuk. Kalaupun harus masuk bus tersebut berhenti di lokasi-lokasi parkir yang tidak menggangu, baik di halaman Gereja HKBP Parapat, termasuk yang banyak kita arahkan di Terminal Sosorsaba," katanya.

"Besok juga masih sama, kita akan melakukan kegiatan pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas, karena kita memprediksi bahwa masih cukup padat, baik dari arah Toba menuju Siantar mupun arah sebaliknya," pungkasnya.

Editor
: Nata

Tag: